Jaksa Koordinasi Dengan BPKP – Ambon Ekspres
Amboina

Jaksa Koordinasi Dengan BPKP

AMBON, AE–Penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku intens melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi dugaan korupsi pengadaan modem Support AMR daya 23 KV dan 33 KV tahun 2016 senilai Rp 1.122. 000.000. Terhitung dalam tahap penyelidikan, sejumlah pihak telah dimintai keterangan oleh jaksa penyelidik.

Selanjutnya, jaksa telah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Wilayah Maluku untuk meminta proses audit kerugian keuangan negara atas kasus tersebut. “Untuk kasus PLN, tim penyelidik telah berkoodinasi dengan BPKP untuk melakukan audit kerugian keuangan negara.

Dan untuk kepentingan audit maka dalam waktu dekat tim akan melakukan ekspose perkara di BPKP,” ucap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada koran ini di Ambon, Minggu (26/2).

Dia mengatakan, audit kerugian negara sangat diperlukan untuk kepentingan jaksa dalam menentukan potensi kerugian keuangan negara atas kasus tersebut. Sehingga jaksa penyelidik akan terus intens melakukan penyelidikan hingga perkara ini nantinya dinaikan statusnya ke tahap penyidikan. “Dikawal saja prosesnya. Kita tetap bekerja secara profesional untuk kepentingan penuntasan perkara,” terangnya.

Seperti diberitakan, bau kolusi dalam tender proyek pengadaan modem Support AMR daya 23 KV dan 33 KV di PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara tahun 2016 senilai Rp 1.122.000.000 tercium Kejati Maluku. Oknum-oknum tertentu di perusahaan plat merah ini diduga kongkalikong untuk memenangkan perusahaan tertentu. Diduga ada dana segar mengalir sebagai imbalan.

Tender proyek ini diikuti oleh tiga perusahaan yaitu PT Ghuroba Madani, PT Electra inti Perkasa dan PT Fulindo. Tender digelar tanggal 1 September 2016 yang dihadiri ketiga perusahaan. Selanjutnya pada tanggal 8 September 2016 dilakukan pembukaan penawaran sampul 1 atau seleksi.

Hasilnya, dua peserta dinyatakan lolos yaitu PT Electra Inti Perkasa dan PT Fulindo. Kemudian pada 9 September 2016 dilakukan seleksi lagi atau pembukaan sampul 2 dan PT Electra Inti Perkasa dinyatakan sebagai pemenang.

Kemenangan PT. Electra Inti Perkasa dituangkan dalam keputusan Direksi PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara Nomor 0620.K/DIR/2013 tanggal 3 Oktober 2016. Diduga kemenangan yang diraih PT Electra Inti Perkasa tidak terlepas dari permainan oknum-oknum di bidang niaga.(MG1)

Most Popular

To Top