BUMN Wajib Jadi Bapak Angkat Cabang Olahraga – Ambon Ekspres
Olahraga

BUMN Wajib Jadi Bapak Angkat Cabang Olahraga

AMBON, AE.––Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan ‘lampu hijau’ untuk perubahan Peraturan Menteri (Permen) terkait penambahan olahraga sebagai salah satu program dalam penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) BUMN. Hal ini membuka peluang bagi cabang-cabang olahraga untuk mendapatkan tambahan anggaran untuk pembinaan olahraga.

Sesuai aturan Permen BUMN Nomor : PER-05/MBU/2007, hanya ada dua program yang masuk dalam sasaran menyaluran BUMN yakni kemitraan usaha kecil dan Program Bina Lingkungan (PBL). Sehingga pantas jika penyaluran CSR dari BUMN untuk olahraga sempat terhenti mengingat tidak ada payung hukum yang kuat.

Tapi, dalam waktu dekat akan dibuat peraturan yang mengikat. ’’Kalau dulu kan hanya sebatas MoU antara KONI, Kemenpora dan BUMN. Namun, nanti bentuknya berupa peraturan yang lebih kuat dari Presiden. Jadi pihak swasta bukan lagi menjadi bapak angkat, tapi bisa menjadi bapak asli bagi cabang olahraga (cabor) tersebut,’’ ungkap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi saat bertandang ke Markas Ambon Ekspres di Jalan Jos Sudarso Ambon, Selasa (28/2).

Bukan hanya itu, lanjut Imam, Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 3 Tahun 2005 juga telah menggariskan agar setiap pemerintah daerah, swasta, BUMN, dan badan usaha milik daerah didorong sepenuhnya pemerintah pusat agar mengambil inisiatif pembangunan infrastruktur. ’’Itu artinya, pihak BUMN yang ada di Maluku wajib menjadi bapak angkat bagi setiap cabor,’’ tegasnya.

Dikatakan, pemerintah juga mendorong pihak swasta terlibat, karena pembangunan infrastruktur tak cukup mengandalkan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah. ’’Kalau dibutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, kami tetap akan bantu. Tapi yang harus diingat, untuk membangun prestasi olaraga itu bukan tanggung jawab Kemenpora semata, namun itu tanggung jawab semua orang,’’ jelasnya.

Iman menilai, potensi atlet Maluku sangat luar biasa. Sayang, mereka kurang berkembang karena minimnya infrastruktur latihan maupun venue untuk memutar suatu event. Bila pihak ketiga dalam hal ini pihak swasta atau BUMN menjadi bapak angkat, maka persoalan bisa terselesaikan secara baik.

’’Olahraga Maluku akan maju bila semua orang terlibat karena membangun olahraga itu bukan hanya Kemenpora dan KONI. Namun semua orang juga harus terlibat, termasuk teman-teman pihak ketiga,’’ katanya.

Dijelaskan, untuk melakukan percepatan dalam memajukan olahraga, maka harus telaten dan serius. ’’Olahraga itu sangat penting. Sebab olahraga merupakan alat propaganda pemerintah dalam menaikkan gengsi, harga diri dan martabat bangsa,’’ ujarnya.

Imam menambahkan, Indonesia bakal menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dan pada 2020 dihadapkan dengan Olimpiade di Jepang. ‘’Ini tantang berat yang akan kami hadapi. Kalau mau olahraga maju dan berprestasi, semua harus bersatu,’’ demikian Imam.(ZAL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!