Janji Manis Kajari SBB – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Janji Manis Kajari SBB

PIRU, AE–Untuk kesekian kalinya, Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Rustam menjanjikan kepada publik untuk melakukan eksekusi terhadap Irwan Patty. Dia merupakan terpidana korupsi dana pembelian kapal patroli fibreglass milik Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten SBB tahun 2008. Saat kasus ini bergulir, Irwan merupakan Kepala Dishub dan Kominfo SBB.

Dari kesekian janji tersebut, ternyata hingga saat ini belum juga dilakukannya eksekusi terhadap Irwan Patty. Yang bersangkutan masih menghirup udara bebas diluar tahanan.

Belum tepati janji sebelumnya, kini Rustam kembali menjanjikan akan mengeksekusi Irwan dalam waktu dekat ini. Hal ini disampaikan kepada wartawan di Kantor Kejati Maluku, Selasa (28/2). “Ya, rahasia dong (waktunya).

Namanya kita mau eksekusi jadi harus diam-diam. Oleh karena itu, perlu saya ingatkan lagi berkaitan dengan eksekusi terhadap terpidana Irwan patty akan dilakukan secepatnya. Dalam waktu dekat,” janji Rustam.

Menurutnya, Irwan Patty sudah beberapa kali diagendakan untuk dieksekusi jaksa. Namun gagal lantaran yang bersangkutan selalu menghindar atau menghilangkan jejak dari kejaksaan selaku pihak eksiminasi dan eksekutor.

Kemudian lewat kejagung telah dimasukan daftar media centre Kejagung karena buron terkait pembelian kapal patroli fibreglass yang mengakibatkan negara dirugikan lebih dari Rp 1,3 miliar. “Bersangkutan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Karena tidak mematuhi panggilan jaksa.

Makanya dimasukan ke media centre Kejagung RI dan kami harapkan yang bersangkutan dapat beretika baik untuk kemudian menyerahkan diri kepada jaksa untuk dieksekusi,” tandas Rustam.

Irwan Paaty akan dieksekusi berdasarkan perintah putusan Mahkamah Agung (MA) RI yang menjatuhkan vonis 6 tahun penjara terhadap dirinya. Terpidana juga dibebankan untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan penjara serta dikenakakan pidana tambahan untuk membayar uang pegganti sebesar Rp 400 juta dengan subsider 1 tahun penjara.

Dalam amar putusan, menjelaskan hakim MA menyatakan terdakwa Irwan Patty telah terbukti secara sah bersalah melakukan tindakan pidana korupsi secara bersama-sama.

Dia beberapa kali melakukan upaya hukum lanjut atas putusan hakim Pengadilan Tipikor Ambon yang menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara karena terbukti bersalah melanggar pasal 3 dan 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang tipikor, juto 55 ayat 1 KUH Pidana.

Selanjutnya yang bersangkutan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Ambon dan dalam putusannya yang bersangkutan divonis 1 tahun 8 bulan penjara. Putusan tersebut menurut terpidana tidak adil sehingga yang bersangkutan kembali mengajukan langkah hukum kasasi ke MA. Dia sempat berharap bebas. Namun ternyata MA justru menaikan vonisnya menjadi 6 tahun penjara.

Dalam kasus ini, Patty tidak sendirian. Dia bersama direktur CV Iwan Samudera, Novita Matitaputty yang saat ini juga sementara menjalani masa tahanan berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Ambon. Kapal tersebut dikerjakan pada salah satu galangan kapal di Tangerang.

Namun sampai berakhirnya masa kontrak, pekerjaan kapal tidak rampung 100 persen dan belum dibawa ke Piru, ibukota Kabupaten SBB. Kasus tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,232 miliar.(MG1)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!