Kasus Repo Jadi Prioritas – Ambon Ekspres
Amboina

Kasus Repo Jadi Prioritas

AMBON, AE––Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Manumpak Pane menegaskan, kasus dugaan korupsi reverse repo atau pembelian surat-surat berharga pada PT Bank Maluku dan Maluku Utara menjadi prioritas untuk dituntaskan.

“Yang perlu saya tegaskan, kasus reverse repo fiktif senilai Rp 238,5 miliar pada PT Bank Maluku dan Malut akan menjadi prioritas kami. Kami berkomitmen akan menuntaskan kasus tersebut,” tegas Pane kepada koran ini di Kantor Kejati Maluku, Selasa (28/2).

Menurutnya, kasus yang diduga merugikan kerugian negara atau perekonomian daerah ini sementara dalam tahap penyelidikan. Dan akan menjadi fokus tim penyelidik dalam penuntasan kasus tersebut. “Kasusnya saat ini dalam tahap penyelidikan.

Sementara tim menyusun telaah dan agenda penyelidikan selanjutnya. Termasuk permintaan keterangan terhadap pihak-pihak terkait yang belum dimintai keterangannya. Dipastikan pekan depan penyelidikannya mulai jalan,” jelasnya.

Dia mengatakan, untuk repo obligasi, pihak Bank Maluku sebelumnya telah mengembalikan dana obligasi sebesar Rp 210 miliar kepada Bank Mandiri Securitas selaku wali amanah yang adalah Seri C. Termasuk Seri A dan Seri B juga telah dikembalikan PT Bank Maluku-Malut.

Sehingga total dana obligasi sebesar Rp 510 miliar telah di lunasi PT Bank Maluku-Malut. “Kasusnya tetap kami lanjutkan dan hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Dimana selain repo obligasi yang telah dilunasi menurut Bank Maluku-Malut, ada juga reverse repo senilai Rp 238,5 miliar yang kemudian akan diusut tuntas oleh kami,” tandas Pane.

Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin pada 2014, ditemukan transaksi reverse repo surat berharga sebesar Rp 238 miliar di Bank Maluku. Selain itu, OJK menemukan transaksi pembelian reverse repo surat berharga sebesar Rp 146 miliar dan USD 1.250 ribu di Bank Maluku dan Malut. Kedua transaksi itu dilakukan pihak Bank dengan PT. Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas.(MG1)

Most Popular

To Top