Evaluasi Kasus Gunung Botak – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Evaluasi Kasus Gunung Botak

AMBON, AE.––Penanganan kasus dugaan gratifikasi penataan kawasan tambang Gunung Botak, Kabupaten Buru akan menjadi target pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dibawah komando Manumpak Pane untuk dituntaskan. Jaksa kini tengah melakukan evaluasi terhadap kasus tersebut yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada koran ini mengatakan, untuk membongkar rekening Kepala Dinas ESDM Maluku, Martha M Nanlohy yang menampung kucuran dana PT Buana Pratama Sejahtera (BPS) senilai Rp 4,5 miliar maka akan dilakukan evaluasi tim penyelidik.

“Kasusnya memang sudah dalam tahap penyelidikan. Namun, untuk progres kedepan, maka kita tim akan melakukan evaluasi untuk agenda penyelidikan selanjutnya oleh tim penyelidik,” ucap Samy.

Menurutnya, kasus dugaan gratifikasi dana yang diperuntukan untuk pengangkatan sedimen- dilokasi tambang Gunung Botak dan biaya pengamanan ini akan menjadi prioritas utama penaganan kasus di tahun ini. “Jadi, pernyataan pak kajati sudah jelas. Artinya kasus Gunung Botak akan jadi prioritas untuk dituntaskan. Tinggal selanjutnya, teman-teman kawal saja,” ujar Samy.

Sebelumnya, Kajati Maluku, Manumpak Pane kepada wartawan mengatakan, kasus dugaan gratifikasi Gunung Botak akan menjadi prioritas utama penuntasan kasus di tahun ini. Pane yang sebelumnya menjabat Wakajati Maluku ini menepis anggapan kalangan pegiat anti korupsi dan komponen masyarakat lainnya, kalau kasus dugaan gratifikasi Gunung Botak mandek. “Kalau untuk Gunung botak akan jadi prioritas kita juga, akan segera jalan,” tegas Pane.

Sebelumnya dalam proses penyelidikan, pihak kejaksaan telah melayangkan panggilan Direktur Utama PT BPS, Mintaria Loesiahari. Namun hingga kini dia tidak pernah nongol untuk memberikan keterangan ke Kejati Maluku.
Kadis ESDM Maluku, Martha M Nanlohy juga telah menyerahkan dokumen kepada jaksa dan telah dikaji tim penyelidik.

Diantaranya dokumen lelang dan dokumen pertanggungjawaban penggunaan keuangan PT BPS. Martha mengaku, aliran dana yang masuk ke rekeningnya dari BPS sebesar Rp 4,5 miliar untuk biaya penataan lokasi tambang Gunung Botak bukan merupakan rekening pribadi melainkan rekening bersama.(MG1)

Most Popular

To Top