Mertua Bejad Perkosa Menantu – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Mertua Bejad Perkosa Menantu

AMBON, AE.—LH alias Lutfi benar-benar keterlaluan. Lelaki 48 tahun ini tega memperkosa menantunya sendiri. Ironisnya, perbuatan bejat itu dilakukan justru saat korban dalam keadaan hamil. Akibat perbuatannya, pelaku kini meringkuk dalam tahanan polisi.

Informasi di kepolisian menyebutkan, ternyata tidak hanya sekali dia melakukan aksi itu terhadap isteri anaknya. Diketahui pemerkosaan itu sudah terjadi berulang kali.

Kejadian pilu yang menimpa korban berawal pada Juli 2016 lalu. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.00 WIT di dalam kamar tidurnya. Saat itu korban sendirian bersama pelaku di dalam rumah. Keluarga lain sudah beraktifitas di luar.

Melihat kondisi sepi, kesempatan itu dimanfaatkan pelaku. Diam-diam pelaku masuk ke dalam kamar menantunya. Didalam kamar, pelaku mencabuli korban. Tidak hanya dicabuli. Pelaku juga memaksa korban melayani nafsu birahinya. Korban yang luguh hanya bisa pasrah digereyangi oleh mertuanya itu.

Kejadian berlanjut. Bulan Agustus 2016 sekira pukul 13.00 WIT, pelaku kembali melakukan perbuatan bejatnya kepada korban. Korban kembali disetubuhi secara paksa untuk kedua kalinya. Usai melakukan perbuatanya pelaku juga mengancam korban untuk tidak meberitahukan kepada siapapun.

‘’Pelaku menyetubuhi korban lebih dari satu kali. Selain disetubuhi, ada dua kali pelaku mencabuli korban di bulan September 2016 dan terakhir pada 19 Februari 2017. Semua kejadian ini berlangsung di rumah yang ditempati bersama di Desa Siri-Sori,” tandas juru bicara Polres Ambon dan Pp Lease, Iptu Nikolas Frderick Anakotta, Kamis (2/3).

Korban yang tidak tahan dengan perbuatan bejat pelaku akhirnya mengadu ke suaminya. Suami korban yang tidak terima perbuatan ayahnya akhirnya bersama korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Saparua pada Selasa (28/2). Usai mendapat laporan, polisi langsung menangkap pelaku. Pelaku kemudian digiring ke Mapolres Ambon dan Pp Lease.

Dikatakan, kasus ini telah dilimpahkan ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ambon untuk ditindaklanjuti. ”Pelaku dibawa dari Polsek Saparua kemarin (Rabu). Dalam pemeriksan pelaku sudah mengakui perbuatanya sehingga telah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku sudah langsung ditahan di rutan Polres Ambon,’’ jelas Anakotta.

Menurut dia, berdasarkan keterangan korban, pelaku melakukan perbuatan itu dengan memaksa korban. Setelah memperkosa korban, pelaku juga mengancam untuk tidak membeberkan perbuatannya kepada orang lain.

”Dari keterangan korban, saat melakukan perbuatanya pelaku juga sempat sampaikan karena sudah tidak lagi istrinya melayaninya. Jadi harus anak yang layani bapak. Pelaku memaksa korban melakukan perbuatan layaknya suami-siteri,” kata Anakotta.

Dirinya menambahkan, untuk mempertangungjawabkan perbuatanya, pelaku dijerat pasal 81, 82 UU Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 jo pasal 285 dan atau pasal 64 KUHPidana. ”Pelaku kita jerat UU Perlindungan Anak karena walaupun sudah menikah namun usianya dibawah umur. Ancaman hukumannyaa penjara minimal 15 atau 20 tahun penjara,” tegasnya.(ERM)

Click to comment

Most Popular

To Top