Jaksa Periksa Saksi di Surabaya – Ambon Ekspres
Amboina

Jaksa Periksa Saksi di Surabaya

AMBON, AE.–– Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku memeriksa dua orang saksi kasus korupsi pengadaan atau pembelian lahan dan gedung kantor cabang PT Bank Maluku dan Maluku Utara di Surabaya. Pemeriksaan itu dilakukan guna memperkuat bukti serta melengkapi berkas tersangka Jack Stuart Manuhutu alias Jack. Dia merupakan Kasubdiv Renstra dan dan Corsec PT. Bank Maluku dan Malut.

Kedua saksi yang diperiksa yakni Umar Dhani dan Arfandi. Mereka merupakan pihak dari Kantor KJP TOHA. Keduanya diperiksa tim penyidik yang diketuai Ledrik Takandengan pada Kamis (2/3) dan Jumat (3/3) di Kantor Kejati Jawa Timur.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada koran ini, Minggu (3/3) menjelaskan, pemeriksaan para saksi ini pada intinya terkait dengan peranan tersangka dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara atau perekonomian daerah senilai Rp 7,6 miliar. Ini sekaligus untuk merampungkan berkas perkaranya.

“Pemeriksaan saksi di Surabaya sudah selesai dan tim akan kembali untuk merampungkan hasil pemeriksaan tersebut,’’ terangnya.

Dikatakan, inti dari pemeriksaan di Kantor Kejati Jawa Timur itu adalah untuk melengkapi berkas tersangka. ‘’Pemeriksaan bertujuan mengungkap peran tersangka serta melengkapi berkas perkaranya,” jelas Sapulette
Menyinggung soal hasil pemeriksaan terhadap kedua saksi tersebut, Samy enggan berkomentar banyak. Karena menurutnya perkara masih dalam tahap penyidikan dan tidak bisa disampaikan.

“Pada prinsipnya, pemeriksaan saksi di Surabaya dilakukan untuk mempercepat proses penuntasan kasus korupsi pembelian lahan dan bangunan bagi pembukaan kantor Cabang Bank Maluku dengan tersangka Jack,” ujarnya.

Dijelaskan, pada November 2014 PT Bank Maluku dan Malut menganggarkan dana senilai Rp 54 miliar untuk pembelian lahan dan gedung untuk pembukaan kantor cabang PT Bank Maluku dan Malut di Jalan Darmo Nomor 51 Surabaya, Jawa Timur. Dalam proses pengadaan atau pembelian lahan tersebut, diduga ada unsur mark-up anggaran.

Pasalnya, dalam proses pembelian harusnya Rp 46,4 miliar bukan Rp 54 miliar. Pihak pemilik lahan dalam hal ini PT Mutiara Cahaya Sukses juga mengetahui hal tersebut. Namun, ada indikasi kesepakatan yang dilakukan antara pihak rekanan Bank Maluku yakni Direktur CV Harves Hence Abraham Toisuta alias Hence yang sengaja membengkakan dana dana tersebut menjadi Rp 54 miliar dengan alasan untuk pembukaan bisnisnya di Surabaya.

Dari anggaran Rp 7,6 miliar juga disebut-sebut masuk kantong beberapa oknum pejabat tinggi dilingkup Bank Maluku dan Malut. Dalam penyelidikan dan penyidikan, tim menetapkan mantan Direktur Utama PT Bank Maluku dan Malut, Idris Rolobessy, Kadiv Renstra dan Corsec PT. Bank Maluku dan Malut, Petro Ridolf Tentua dan Direktur CV harves, Hence Abraham Toisuta alias Hence sebagai tersangka. Kini status ketiganya telah beralih menjadi terdakwa dan sementara menunggu proses penuntutan uleh JPU Kejati Maluku.

Sementara untuk tersangka, Kasubdiv Renstra dan dan Corsec PT. Bank Maluku dan Malut, Jack Stuart Manuhutu masih dalam tahap penyidikan. Pasalnya, Jack merupakan tersangka terakhir dalam perkara tersebut. Untuk Idris Rolobessy dan Hence Abraham Toisuta mereka didkwa pasal UU Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang, sementara Petro Ridolf tentua dan Jack Stuart Manuhutu hanya diganjar UU Tipikor.(MG1)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!