Rumah Untuk Pemuka Agama – Ambon Ekspres
Amboina

Rumah Untuk Pemuka Agama

AMBON, AE.––Apa yang dilakukan Polres Ambon ini patut untuk ditiru instansi lain di daerah ini. Instansi kepolisian ini mengambil kebijakan untuk memperkokoh toleransi umat beragama, khususnya dilingkup Asrama Polisi Perigi Lima dengan membangun rumah tinggal untuk pemuka agama Islam dan Kristen. Bahkan rumah bagi imam masjid dan pendeta itu dibangun berdampingan.

Implementasinya, pada Minggu (5/3) dilakukan peletakan batu pertama untuk memulai proses pembangunan. Di dalam asrama itu, ada rumah ibadah Masjid Al-Wahyu dan Gereja Sinar Kasih. Hadir dalam prosesi itu, Kapolres AKBP Harold Huwae dan jajaran, Majelis Pekerja Klasis Kota Ambon Pdt. A.Lohy, Ketua Majelis Jemaat GPM Sinar Kasih Pdt Tiras F Sopamena, Imam Masjid Al-Wahyu Hj Nasaruddin dan MUI Kota Ambon serta perwakilan dari Pemkot Ambon.

Huwae menandaskan, tujuan dibangunnya rumah selain sarana penunjang untuk imam dan pendeta, juga merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah daerah menjadikan Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama. “Ini kan bagian dari implementasi dari pada pak gubernur untuk menjadikan Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama.

Polres Ambon menindaklanjuti itu, dengan dibangunnya rumah sebagai sarana penunjang untuk imam dan pendeta. Dan ini juga direspons baik dan dibantu juga oleh Pemkot Ambon,” ujar Huwae, kemarin.

Selain itu, kata dia, peletakan batu pertama ini juga bersamaan juga dilakukan Sidang Jemaat GPM Gereja Sinar Kasih yang k -33. Pdt.Tiras F Sopamena dalam sambutannya menyampaikan, penyediaan rumah untuk pendeta dan imam merupakan salah satu dari 131 kegiatan yang dibahas di sidang jemaat ke-32 tahun 2016.

”Kami sangat bersyukur sudah diberikan izin pendeta dan Imam agar mendapat tempat tinggal dilingkungan Asrama Perigi Lima. Ini subangsi yang sangat luar biasa,” katanya.

Sopamena juga mengingatkan umat untuk menjadiakan GPM sebagaai gereja persaudaraan antar sesama. Ini yang perlu diimplementasi oleh Jemaat GPM termasuk Jemaat GPM Kategorial Sinar Kasi Polri. “Sehingga ini tidak hanya menjadi wacana tetapi benar-benar menjadi tindakan teologi yang berdampak pada hidup bersama dalam kebinekaan sebagai bangsa.

Sekaligus, meningkat nilai-nilai orang basudara, pela gandong, ale rasa beta rasa. Agar ini tidak hanya menjadi sologan, tetapi benar-benar menjadi gaya hidup orang Maluku. Oleh karena itu, dengan membangun rumah tokoh agama ini ingin mewujudkan persaudraan sejati di Maluku, terutama dilingkup Polres Ambon,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Pdt Lohy menyampaikan, sejalan dengan tujuan pemerintah untuk membangun Maluku sebagai miniatur percontohan kerukunan telah ditunjukan. ”Oleh karena itu apa yang dilakukan ini sangat bermanfaat guna pengembangan hidup bersama sebagai orang-orang yang majemuk. Kita berbeda tetapi kita adalah orang basudara,” kata Lohy.(ERM)

Most Popular

To Top