Barnabas Orno Diperiksa Kejagung – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Barnabas Orno Diperiksa Kejagung

Terkait Proyek Bandara Moa

AMBON, AE—Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Barnabas Orno telah diperiksa tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI terkait dugaan korupsi proyek pembangunan runway Bandara Moa di Tiakur. Pemeriksaan dilakukan tim penyidik di Gedung Bundar, awal Maret lalu.

I nformasi koran ini dilingkup Kejagung RI menyebutkan, pemeriksaan terhadap orang nomor satu di Kabupaten MBD ini sudah dilakukan pada 2 Maret 2017. Orno diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara 4 tersangka yang telah ditahan.

Mereka masing-masing mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Kabupaten MBD, John Tangkuman, Direktur PT Bina Prima Taruna, Sunarko, Konsultan Pengawas Pembangunan Bandara Moa, Nikolas Paulus dan Paulus Miru selaku mantan Plt Kadishub Perhubungan Kominfo Kabupaten MBD.

Ketua tim penyidik kasus Bandara Moa tahun 2012 dengan total anggaran sebesar Rp 65 miliar, Soesilo yang dihubungi Ambon Ekspres dari Ambon membenarkan adanya proses pemeriksaan terhadap Barnabas Orno. “Ya, kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap bersangkutan (Barnabas Orno-red). Dia diperiksa berkaitan dengan kasus Bandara Moa untuk merampungkan berkas 4 tersangka yang kini telah kita tahan di Rutan Salemba beberapa waktu lalu,” kata Soesilo.

Selain itu, lanjut Soesilo, tim penyidik juga mengagendakan pemeriksaan terhadap para tersangka. Menurutnya, pemeriksaan terhadap keempat tersangka bertujuan untuk merampungkan berkas perkaranya untuk kemudian ditingkatkan ke tahap penuntutan.

“Kita telah jadwalkan pemeriksaan terhadap keempat tersangka untuk diperiksa sebagai tersangka untuk merampungkan berkas perkara mereka. Jadwalnya dalam waktu dekat ini. Intinya, kita inginkan perkaranya dapat dipercepat agar prosesnya bisa dinaikan ke tahap penuntutan,” bebernya.

Dijelaskan, perkara ini disidik oleh Kejaksaan Agung hingga ke tahap penuntutan. Selanjutnya oleh penuntut umum akan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor Ambon untuk proses pemeriksaan pokok perkara. “Kasus ini akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Ambon. Kami akan upayakan agar prosesnya dapat dipercepat dalam waktu dekat,” jelasnya.

Bupati Kabupaten MBD, Barnabas Orno yang dikonfirmasi koran ini membenarkan bila dirinya telah diperiksa penyidik Kejagung RI. “Ya, saya dimintai keterangan di tanggal 2 Maret 2017. Pemeriksaannya berkaitan dengan kasus Bandara Moa dengan tersangka pak Poli dan rekan-rekan,” terangnya.

Berkaitan dengan perannya, Orno menjelaskan sangat mengetahui proses proyek pembangunan Bandara Moa yang dikerjakan oleh Dishub dan Kominfo Kabupaten MBD. “Siapa bilang bupati terlibat ? Itu kan program pemerintah daerah jadi otomatis bupati tahu. Tapi soal pencairan dana proyek tersebut saya tidak tahu. Yang tau itu dinas teknis,” tandas Orno.

Sementara itu, Kapuspenkum Kejagung, M Rum yang dihubungi dari Ambon, tidak mengangkat telepon serta tidak membalas pesan pendek SMS dari Ambon Ekspres.

Diberitakan sebelumnya, proyek multiyears pembangunan Bandara Moa dikerjakan sejak tahun 2012 dengan total anggaran sebesar Rp 65 miliar. Pada 2011, pemerintah lewat APBN menggelontorkan dana sebesar Rp 25 miliar, tahun 2012 sebesar Rp 20 miliar dari APBD Kabupaten MBD dan tahun 2013 sebesar Rp 15 miliar dari APBN. Lalu Provinsi Maluku kembali menggelontorkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk pembangunan ruang tunggu Bandara Moa dan pagar bandara.

Ketua tim penyidik kasus ini, Soesilo menduga, ada kesalahan mekanisme dalam proses tender proyek pembangunan konstruksi landasan pacu Bandara Moa di Kabupaten MBD. Proses tender ini diduga menyalahi mekanisme sebab perusahaan lain yang dinyatakan keluar sebagai pemenang yaitu PT Tarawesi Artha Mega dengan direkturnya Yani Soasi, tetapi saat pengerjaan dilapangan justru diarahkan pada perusahaan lain.(MG1)

Most Popular

To Top