Jaksa Susun Dakwaan Gaspersz – Ambon Ekspres
Amboina

Jaksa Susun Dakwaan Gaspersz

AMBON, AE–Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku saat ini tengah menyusun surat dakwaan milik tersangka Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Benny Gaspersz dan Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Udara, Jhon Rante. Kedua tersangka didakwa JPU atas perkara dugaan korupsi anggaran survei studi kelayakan proyek perencanaan pembangunan bandara di Arara, Kabupaten Malteng tahun 2015 senilai Rp 767.800.000.

“Kalau soal Benny Gaspersz dan Jhon Rante saat ini kami (JPU) sementara menyusun surat dakwaan untuk kemudian dilimpahkan ke pengadilan dalam waktu dekat,” ucap Kacabjari Wahai, Ajit Latuconsina kepada wartawan di Kantor Kejati Maluku, Senin (6/3).

Dia menjelaskan, dengan proses penyusunan surat dakwaan terhadap kedua tersangka (Gaspers-Rante) maka, kerja JPU akan ringan. Selanjutnya JPU akan fokus dua tersangka lain yakni Direktur PT SIL Indonesia, Widodo Budi Santoso alias Santo, dan Endang Septiawati. Keduanya dijadwalkan untuk diperiksa pada 14 Maret 2017.

“Intinya kita upayakan prosesnya dipercepat agar proses perkara ini segerah dilimpahkan ke pengadilan,” tegas Ajit.

Diberitakan, lelang tender proyek tersebut dimenangkan oleh PT Benatin Surya Cipta dengan Direkturnya Pensong Benny, nilai kontrak sebesar Rp 767.800.000 dari pagu anggaran sebesar Rp 808,4 juta. Dalam proyek ini, keterlibatan Benny Gaspersz selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Jhon Rante menyebabakan proyek perencanaan pembangunan bandara di Arara tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

Peran Gasperz selaku KPA, yakni, turut terlibat dalam persetujuan pencairan anggaran. Sedangkan peran Gasperz selaku PPK, yaitu berperan aktif dalam menyusun Harga Perkiraan Sementara (HPS). HPS, kata Ajit, dibuat oleh PPK sebelum dilakukan pelelangan. Tidak hanya itu, selaku PPK, Benny Gasperz jugalah yang menandatangani dokumen kontrak kerja dengan perusahan yang memenangkan tender study kelayakan, PT Benatin Surya Cipta.

Proyek perencanaan pembangunan bandara di Arara merupakan salah satu proyek atas permintaan mantan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu. Sebab, kehadiran bandara di Arara ini sangat bermanfaat dari sisi akses tambak udang milik PT Wahana Lestari Investama (WLI) dengan Presiden Direktur Karel Albert Ralahalu.

Meski telah diketahui lokasi di Arara itu tidak memenuhi standar atau tidak layak untuk dijadikan bandara, namun Dishub Maluku tetap memaksakan untuk melakukan survei lokasi studi kelayakan pembangunan bandara di Arara dengan menghabiskan anggaran senilai Rp 767.800.000, yang kemudian berpotensi untuk merugikan keuangan daerah atau negara. Sementara bandara di Kabupaten Malteng telah ada sejak lama di Wahai. (MG1)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!