Koruptor Raskin Divonis 1 Tahun – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Koruptor Raskin Divonis 1 Tahun

AMBON, AE.––Dua koruptor kasus korupsi dana beras bagi masyarakat miskin (raskin) di Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) tahun 2012, Robert K Renwarin dan Isaias Labobar, divonis bersalah dan dihukum masing-masing 1 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Ambon, Senin (6/3). Robert K Renwarin merupakan mantan Camat Wertamrian, sedangkan Isaias Labobar adalah kontraktor CV Anugerah Sejati yang ditunjuk untuk menyalurkan raskin kepada masyarakat di kecamatan setempat.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan terhadap kedua terdakwa, berlangsung secara terpisah dengan majelis hakim yang berbeda. Sidang terdakwa Robert dipimpin majelis hakim yang diketuai Christina Tetelepta dan didampingi dua hakim anggota masing-masing Samsidar Nawawi dan Heri Leliantono. Sementara majelis hakim yang mengadili terdakwa Isaias Labobar, diketuai oleh Samsidar Nanwawi dan didampingi hakim anggota Christina Tetelepta dan Heri Leliantono.

Kendati diadili secara terpisah, namun kedua terdakwa menerima ganjaran hukuman yang sama oleh hakim. Menurut hakim, kedua terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 3 jo pasal 4 UU Nomor 31 tahun 1999 dan sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Robert K Renwarin dengan pidana penjara selama 1 tahun,“ ucap hakim ketua Samsidar Nawawi saat membacakan amar putusan Robert K Renwarin yang merupakan mantan camat Wertamrian itu.

Selain divonis hukuman penjara selama 1 tahun, terdakwa Robert K Renwarin dan Isaias Labobar juga dihukum membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Beruntung, kedua terdakwa tidak dibebankan uang pengganti lantaran sudah dikembalikan ke kas negara, saat kasus yang menyeret keduanya masih dalam tahap penyidikan.

Putusan hakim terhadap kedua terdakwa lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Denny Saputera, yang sebelumnya meminta agar kedua terdakwa dihukum 1 tahun 6 bulan. Meski begitu, menyikapi putusan hakim, JPU menyatakan menerima putusan majelis hakim.

Begitu juga dengan kedua terdakwa dan penasehat hukumnya, Abner Nuniary yang juga menerima putusan hakim. Sehingga hakim memutuskan jika putusan terhadap kedua terdakwa telah berkekuatan hukum tetap.

Sebagaimana diketahui, Robert K Renwarin dan Isaias Labobar diseret ke meja hijau karena diduga melakukan perbuatan tindak pidana korupsi terhadap pembayaran uang raskin. Yang mana di tahun 2012 terdapat program raskin bersubsidi yang disalurkan kepada masyarakat Kabupaten MTB. Untuk Kecamatan Wertamrian, terdakwa Robert K Renwarin selaku camat setempat menggunakan jasa terdakwa dan Isaias Labobar untuk menyalurkan raskin tersebut.

Saat itu, Kecamatan Wertamrian menerima alokasi 18.555 kilogram per bulan sehingga total yang diterima untuk alokasi selama tahun 2012 sebanyak 226.095 kilogram. Namun, ternyata anggaran beras yang telah disalurkan kepada rumah tangga sasaran tidak seluruhnya disetor kepada pihak Perum Bulog.

Kedua terdakwa berkonspirasi untuk menggunakan anggaran tersebut untuk kepentingan pribadi. Robert K Renwarin mendapatkan Rp 17 juta. Sementara Isaias Labobar Rp 83.304.000. Sehingga total negara dirugikan Rp 190.304.000.(MG1)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!