Sekda SBB Bakal Diperiksa – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Sekda SBB Bakal Diperiksa

AMBON, AE.––Penyidikan atas kasus dugaan korupsi penyelewenangan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tahun 2015 senilai Rp 1,9 miliar intens dilakukan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) SBB.

Saat ini penyidik telah menahan tiga tersangka yakni Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Daerah (BPMPD) SBB, Reonald Silooy, Bendahara BPMPD, Amelia Hatayane, dan mantan Bendahara BPMPD, Meggie Patiranne. Mereka ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon, Rabu (8/3) kemarin.

Kini tim penyidik mulai menprogreskan pemeriksaan saksi-saksi ditahap penyidikan untuk merampungkan berkas perkara ketiga tersangka.

Informasi yang dihimpun koran ini dilingkup Kejari SBB menyebutkan, dari sejumlah saksi yang telah dijadwalkan untuk diperiksa, terselip ada nama Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten SBB, Mansyur Tuharea. Tuharea juga akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 600 juta itu.

Keterlibatan sekda dalam kasus tersebut, diduga ikut melakukan persetujuan atas pencairan dana ADD yang bersumber dari APBD Kabupaten SBB tahun 2015 senilai Rp 1,9 miliar. Anggaran itu diperuntukan bagi pembayaran gaji perangkat desa dan dusun (raja, kaur, kadus) di 92 desa di Kabupaten SBB yang saat itu belum ada peraturan bupati (perbup).

Persetujuan sekda dalam mencairkan dana tersebut berdasarkan pada telaah yang dibuat tersangka Reonald Silooy yang saat itu menjabat sebagai Plt Kepala BPMPD Kabupaten SBB. Sifat telaah dari Silooy mengacu kepada aksi demo para raja dan kades di kantor Bupati SBB bulan Juli 2015. Mereka menuntut untuk dibayarkan gaji selama satu tahun. Selain itu, mereka juga meminta pertimbangan terhadap pencairan dana tesrebut karena belum ada perbup.

Atas telaah tersebut, Tuharea selaku Kuasa Pengguna Anggara (KPA) eksekutif dengan kewenanganya memberikan persetujuan pencairan dana sneilai Rp 1,9 miliar tanpa adanya perbup.

Menyikapi hal tersebut, Kasipidsus Kejari SBB, Jino Talakua kepada koran ini via selulernya mengatakan, pemeriksaan terhadap Sekda Kabupaten SBB, Mansyur Tuharea masih dalam proses pendelama oleh tim penyidik.

“Nanti lihat saja. Siapapun dia atau pihak yang terkait dengan kasus ini maka perlu kita panggil dan periksa sebagai saksi untuk merampungkan berksa perkara, termasuk sekda. Akan tetapi masih dalam pendalaman. Jika perlu, kita akan panggil dan itu rahasia,” jelas Jino.(MG1)

Most Popular

To Top