Yunus Serang Siap Bertarung di Tual – Ambon Ekspres
Politik

Yunus Serang Siap Bertarung di Tual

AMBON, AE—Wakil Bupati Maluku Tenggara, Yunus Serang memastikan maju sebagai bakal calon Walikota Tual pada 2018 mendatang.
Yunus siap bertarung dengan Walikota Tual sekarang yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Adam Rahayaan.

Yunus mengatakan, ada dua alasan penting bagi dia untuk melanjutkan pertarungan pilkada dari Maluku Tenggara ke Kota Tual. Pertama, atas permintaan dan saran dari beberapa tokoh asal Tual sejak 2015 agar Yunus memimpin kota itu.

“Mereka menyarankan saya agar dapat maju di Pilkada Kota Tual. Saya tanyakan kepada mereka, kenapa saya disarankan untuk maju di Kota Tual? Jawab mereka, dengan pengalaman sebagai wakil Bupati Maluku Tenggara dua periode, bisa diimplentasikan di Kota Tual,” kata Yunus kepada Ambon Ekspres, Rabu (8/3).

Yunus mengaku, alasan para tokoh tersebut karena kepemimpinan dia dan Bupati Malra Anderias Rentanubun dinilai berhasil. “Untuk itu, mereka ingin saya melanjutkan pembangunan Malra di Kota Tual,” jelasnya.

Sejak saat itu, dia mengaku mulai mensosialisasikan diri ke Tual. Kehadirannya disambut positif. Ini menjadi alasan kedua baginya untuk maju. Namun, harus dibuktikan dengan hasil survei. “Kita belum lakukan survei. Tapi saya termasuk salah satu figur yang diperbincangkan oleh publik Kota Tual. Kemudian, ada Pak Adam Rahayaan, Fadilah Rahawarin dan Adly Bandjar,” terangnya.

LAWAN INCUMBENT
Selain Yunus, Adam Rahayaan merupakan figur yang juga sudah siap maju sebagai calon Walikota Tual. PKS telah menyiapkan Rahayaan. Adam merupakan mantan Wakil Walikota dan kini menjabat Walikota Tual. Pilwakot 2013 lalu, dia berpasangan dengan mantan Walikota Tual yang juga kader Golkar, M.M. Tamher. Dengan posisinya sebagai incumbent, Adam memiliki kekuatan birokrasi dan politik.

Tapi bagi Yunus, itu bukan masalah yang bisa menghambat keinginannya memimpin Tual. Demografi Kota Tual memudahkan kerja politik. Baik sosialisasi maupun konsolidasi. “Malra memiliki 190 Desa. Sedangkan Tual hanya 40 desa. Jadi, kerja politik di Tual lebih mudah. Malra yang sulit,” jelasnya.

Dia menambahkan, meski jadi Wakil Bupati Malra selama dua periode, namun dia menetap di Kota Tual sejak tahun 2008. Selain itu, selalu menghadiri kegiatan dan hajatan sosial masyarakat Tual. Oleh karena itu, dia optimis menang. ”Saya kira, kita tidak harus mendahului kehendak Tuhan. Kita berproses saja. Tapi, saya sudah punya modal dasar,” tukasnya.

Selain Yunus dan Adam, sejumlah figur lain digadang-gadang akan maju sebagai bakal calon walikota. Antara lain Usman Tamnge (birokrat di Papua), Adly Bandjar (Sekretaris KotaTual) dan Fadilah Rahawarin (ketua DPRD Tual dan Sekretaris DPD Golkar Tual). Sedangkan bakal calon wakil walikota, yakni Jimal Kabalmay (Ketua Hanura dan wakil ketua DPRD Tual), Hasan Reniuryaan (politisi PKS dan wakil ketua DPRD Tual).

DPD Partai Golkar Kota Tual dan DPD Golkar Maluku juga mendorong Yunus dan beberapa kader lainnya. Tanggal 23 Maret nanti, Golkar Tual akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus membicarakan kesiapan Pilwakot Tual, termasuk pandangan pengurus kecamatan terhadap kader-kader potensial.

Wakil Sekretaris Bidang Politik DPD Partai Golkar Kota Tual, Abdul Gani Renuat mengatakan, Golkar memberikan kesempatan bagi semua kader untuk bertarung. Tapi, harus memenuhi kriteria sesuai aturan perundang-undangan dan memiliki peluang menang. “Kriteria antara lain popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas dan matrealitas (materi). Kalau tidak punya materi, jangan maju,” kata Renuat.

Diberitakan Ambon Ekspres sebelumnya, PKS mengaku memiliki landasan kuat untuk mengusung kadernya dan optimis memenangkan Pilwakot Tual. PKS merupakan partai pemenangan kedua di Kota Tual pada pemilu 2014 dan memiliki dua kursi DPRD setelah Golkar yang memiliki 5 kursi.

Sementar dari sisi figuritas, Adam sudah dikenal dan berbuat untuk masyarakat Kota Tual. “Apalagi saat ini pak Adam menjabat walikota. Masyarakat sudah tahu kinerja pak walikota,” kata Ketua Bidang Politik dan Hukum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Maluku, Amir Rumra lewat telepon, Selasa (7/2) lalu.

KEMUNGKINAN MENANG LAGI
Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti), Johan Tehuayo menilai, Golkar pasti berupaya keras mempertahankan kekuasaan eksekutif di Tual. Melalui kadernya seperti Yunus maupun Fadila Rahawarin dan beberapa kader lainnya, kemungkinan menang cukup terbuka.

“Dengan adanya perolehan kursi dan suara yang signifikan di DPRD (5 kursi) Kota Tual, tentunya Golkar masih memiliki pengaruh yang signifikan untuk menempatkan figur Golkar sebagai walikota,” kata Tehuayo.

Menurut dia, Pilwakot Tual memiliki korelasi kuat dengan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Golkar akan memaksimalkan perolehan suara di Tual untuk menyokong kemenangan kader Golkar di pilgub. “Oleh karena itu, figur-figur atau elit Golkar akan cenderung mempertahankan posisi kekuasaan politik pada eksekutif Pemkot Tual. Hal ini di sebabkan karena korelasinya dengan kepentingan Maluku 1 pada tahun 2018, ”paparnya.

Akan tetapi, dia mengingatkan Golkar akan pengaruh Adam Rahayaan. Sebab, tidak dielakkan lagi bahwa Adam sudah memiliki investasi politik dan sosial serta kekuatan birokrasi selama menjabat wakil walikota, hingga walikota saat ini.

“Adam Rahayaan secara figur, memiliki popularitas dan akseptabilitas yang memadai. Jadi sangat tergantung pada figur yang dicalonkan. Semakin baik tingkat popularitas dan akseptabilitas, akan mendapat dukungan dari publik Tual,” tukas dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpatti itu.(TAB)

Most Popular

To Top