Batas Waktu Penambang Pekan Depan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Batas Waktu Penambang Pekan Depan

AMBON, AE.––Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, untuk menertibkan lokasi tambang emas Gunung Botak di Kabupaten Buru terus dilakukan. Pemerintah memberi waktu kepada para penambang untuk meninggalkan lokasi Gunung Botak hingga pekan depan.

“Minggu depan kita sudah harus perintah mereka (penambang) untuk tinggalkan Pulau Buru. Kita paksakan dan kita harus tegas,” kata Gubernur Maluku Said Assagaff kepada koran ini diruang kerjanya, Senin (13/3).

Dikatakan, bila para penambang masih tetap bertahan maka pihaknya akan menyiapkan alat transportasi untuk memaksa para penambang illegal itu untuk meninggalkan Maluku. Dikatakan, ketegasan untuk menutup kembali tambang Gunung Botak sudah sesuai perintah Presiden Joko Widodo saat bertandang ke Maluku, beberapa waktu lalu.

Sementara tim yang dibentuk oleh pemerintah provinsi, kata dia, saat ini juga masih melakukan sosialisasi dikawasan Gunung Botak. “Kan sudah ada perintah pak presiden untuk tutup. Ya harus kita tutup. Dan sampai hari ini, tim yang saya SK-kan sudah turun kesana (Kabupaten Buru) dan sementara sosialisasi. Tetapi kita akan kosongkan Gunung Botak,” jelasnya.

Tak hanya Gunung Botak, dia mengaku seluruh lokasi tambang yang ada di Buru akan ditutup. Apalagi diduga menjadi penyebar zat-zat berbahaya seperti mercury dan sianida. “Semuanya kita tutup. Dan kita tertibkan. Biar tidak ada lagi penambang disana (Buru red),” tegasnya.

Disinggung soal tambang emas Gunung Nona, yang terletak dikawasan Kecamatan Lolongkuba, Kabupaten Buru, dia mengaku itu juga menjadi sasaran penertiban. Apalagi setelah ada penambang yang tewas dibunuh. “Itu sudah termasuk bagian dari kerja tim.

Pasti semua lokasi tambang di Pulau Buru kita tertibkan. Bukan saja di Buru, tetapi semua yang terkait dengan mercury di Maluku, kita larang sekarang. Silahkan ambil tapi jangan pakai mercury dan zat-zat berbahaya. Kita tetap tindak,” ancamnya.

Terpisah, Anggota Komisi B DPRD Maluku, Abdullah Marasabessy mengatakan, ketegasan dari Pemprov Maluku untuk menertibkan seluruh lokasi tambang harusnya mendapat dukungan dari masyarakat. Karena langkah yang dilakukan ini juga untuk kepentingan masyarakat. “Ini langkah yang menurut saya sangat tepat guna menyelamatkan masa depan masyarakat dan daerah ini. Untuk itu mestinya juga didukung oleh seluruh element yang ada,” kata dia.

Politisi Partai Nasdem ini menambahkan, selama ini peredaran dari zat-zat berbahaya itu, sudah mulai menghantui kehidupan masyarakat yang ada. Sehingga jika tidak disikapi maka akan membawa dampak negatif. “Jadi bukan saja untuk Buru, tetapi seluruh lokasi tambang yang diduga menggunakan zat-zat berbahaya juga harus ditertibkan. Ini langkah yang sangat tepat,” tandasnya.(AHA)

Most Popular

To Top