Jaksa Eksekusi Irwan Patty – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Jaksa Eksekusi Irwan Patty

AMBON, AE–Irwan Patty, terpidana kasus korupsi proyek pembelian kapal patroli fibreglass milik Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten SBB tahun 2008 akhirnya dieksekusi jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Dataran Hunipopu, Kabupaten SBB ke Lapas Kelas IIA Ambon, Senin (13/3).

Mantan Kadisub dan Kominfo SBB ini dieksekusi pukul 12.30 WIT. Terpidana didampingi keluarganya datang menyerahkan diri ke jaksa dan meminta proses eksekusinya dilakukan langsung di Lapas Kelas IIA Ambon.

Menurut Kasipidsus Kejari SBB, Jino Talakua kepada koran ini menyatakan, terpidana sangat kooperatif untuk dieksekusi tanpa harus ada panggilan berikutnya. “Hari ini (kemarin-red) tepat pukul 12.30 WIT kita melakukan eksekusi terhadap terpidana korupsi pengadaan kapal patroli Kabupaten SBB tahun 2013 yakni Irwan Patty ke Lapas Kelas IIA Ambon.

Proses eksekusi dilakukan secara tenang karena yang bersangkutan dinilai kooperatif dan langsung mendatangi kami bersama dengan keluarganya untuk dieksekusi. Kita eksekusi langsung terpidana ke lapas,” ucap Jino.

Dia menjelaskan, Irwan Patty diekskui berdasarkan perintah putusan Mahkamah Agung (MA) yang menjatuhkan vonis 6 tahun penjara.

Terpidana juga dibebankan untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider 6 bulan kurungan penjara serta dikenakakan pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 400 juta dengan subsider 1 tahun penjara.

“Kita eksekusi berdasarkan perintah MA yang menyatakan, Irwan Patty telah terbukti bersalah melakukan tindakan pidana korupsi secara bersama-sama,” jelas Jino.

Sebelumnya, Irwan Patty beberapa kali melakukan upaya hukum lanjut atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Ambon yang menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara karena terbukti bersalah melanggar pasal 3 dan 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang tipikor, jo 55 ayat 1 k(1) KUH Pidana.

Yang bersangkutan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Ambon dan dalam putusannya yang bersangkutan divonis 1,8 tahun penjara. Putusdan tersebut menurut terpidana tidak adil sehingga dia kembali mengajukan langkah hukum kasasi ke MA. Namun MA menaikan vonisnya menjadi 6 tahun penjara.(MG1)

Most Popular

To Top