Polisi Narkoba Digelandang ke Ambon – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Polisi Narkoba Digelandang ke Ambon

BKPRMI: Memalukan Institusi Kepolisian

AMBON, AE—Empat oknum anggota Polres Pulau Buru yang terlibat kasus narkoba telah digelandang ke Mapolda Maluku di Ambon, Senin (13/3).

Keempatnya, masing-masing Brigadir Polisi (Brigpol) WM alias Wardi sebagai bandar dan 3 pengedar yakni Brigadir Kepala (Bripka) GS alias Gunawan, Brigpol NRS alias Noer dan Bripka AP alias Abas.

Direktur Resnarkoba Polda Maluku, Kombes Polisi Thein Tabero mengatakan, keempat oknum anggota polisi itu, kini telah diamankan pihaknya. Saat ini mereka tengah menjalani pemeriksaan atas kepemilikan sejumlah barang haram tersebut.

“Mereka sudah ada disini (Ditresnarkoba, red) dan masih dalam pemeriksaan. Kita masih gelar barang bukti dengan menghadirkan keempat oknum itu,” kata dia kepada wartawan dikantornya, kemarin.

Menurut dia, pihaknya juga masih mendalami peran keempat oknum polisi itu maupun kepemilikan terhadap sejumlah barang bukti. “Kita dalami dulu. Makanya belum bisa kita ekspos. Besok saja (hari ini red), baru kita lakukan konferensi pers atas kasus ini,” jelasnya.

Dikatakan, setelah melakukan pemeriksaan, pihaknya menyerahkan keempat oknum polisi itu untuk menjalani assesment di Badan Narkotikan Nasional Provinsi (BNNP) Maluku. Dirinya juga mengaku, jika barang-barang tersebut diperoleh dari warga sipil. “Semuanya dari luar Maluku. Mereka akan menjalani asessment di BNN.

Namun itu belum bisa kita sampaikan karena masih melakukan penyelidikan lebih jauh lagi. Besok saja,” tandasnya.
Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh menambahkan, keempat oknum tersebut dibawa ke Ambon menggunakan kapal ferry.

“Empak oknum itu sudah di Ambon. Mereka dibawa dari Namlea dengan pengawalan anggota. Tiba sekitar pukul 04.00 WIT dan langsung diamankan di Ditresnarkoba Polda Maluku,” kata dia.

BNN-POLDA SALING KOORDINASI
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Brigadir Jenderal Polisi Suwardi kepada Ambon Ekspres mengatakan, terkait penangkapan oknum polisi itu, pihaknya tetap akan berkordinasi dengan Polda Maluku. Ini dilakukan guna melihat sejauh mana sumber barang haram tersebut didapat. Selain itu, juga dilakukan untuk kepentingan proses hukum terduga pelaku.

Dikatakan, BNN mempunyai tugas atau misi mengkoordinir kementerian atau lembaga untuk tingkat pusat. Sedangkan untuk tingkat daerah mengkoordinasikan instansi terkait termasuk pihak kepolisian. ”Yah dalam hal ini kalau umpamanya di pemberanatasan, undang-undang yang diberi kewenangan untuk kepolisian memang tugas mereka.

Namun pastinya ada saling koordinasi, karena itu juga tugas BNN mengkoordinir intansi terkait,” ujar Suwardi, kemarin.

Untuk itu, dia menandaskan, semua penyelidikan untuk kasus ini menjadi tanggungjawab Polda Maluku. Menurutnya, ada keterlibatan BNN nantinya setelah ada hasil penyelidikan dari pihak kepolisian terkait kasus tersebut.

”Berkenaan dengan itu pula penyidikan tetap dilakukan kepolisian karena mereka yang melakukan penangkapan. Hasilnya seperti apa nanti Polda atau penyidik mengajukan untuk TAT (treatment) di BNN. Jadi, BNN berperan setelah selesai penugasan mereka (Polda) melakukan penyelidikan, barulah ada tindakan BNN untuk prosesnya selanjutnya. Dan itu tidak terlepas dari kordinasi antara Polri dan BNN, ” tandasnya.

MINTA KAPOLDA USUT TUNTAS
Keterlibatan oknum Polres Pulau Buru dalam kasus narkoba menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Buru. Ketua BKPRMI Kabupaten Buru, Eksan Alkatiri meminta dengan tegas kepada Kapolda Maluku untuk mengusut tuntas secara transparan kasus yang ramai dibicarakan itu.

“Kasus narkoba yang melibatkan 4 oknum anggota Polres Pulau Buru itu sangat memalukan. Institusi yang dikenal sebagai pengayom masyarakat dan menindak tegas narkoba itu malah terlibat.  Ironisnya lagi menjadi pengedar narkoba. Untuk itu,  Kapolda Maluku harus tegas menuntaskan kasus tersebut secara transparan,” pintanya.

Dirinya mengatakan, jika sudah kedapatan ada oknum polisi yang menjual  dan memakai shabu-shabu, itu berarti sudah merupakan target lama.  Untuk itu,  Kapolda Maluku juga diminta untuk melakukan tes urin kepada seluruh anggota polisi di Kabupaten Buru agar dapat diketahui lebih jauh lagi terkait kasus penggunaan dan peredaran narkoba.

Bukan hanya itu,  kasus ini juga harus diusut terkait asal muasal barang. Kemana saja diedarkan dan siapa saja yang menjadi langganan barang haram itu agar bisa diketahui secara menyeluruh. “Kapolda Maluku harus tegas dalam mengusut kasus itu.

Sampai anggota polisi sudah menjual narkoba,  dugaan lain juga muncul dari mana asal barang itu dan ke siapa saja dijual.  Jangan sampai ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan itu,” ungkapnya.

Eksan menandaskan,  selama ini Kabupaten Buru jarang sekali terdengar kasus narkoba.  Namun kasus penangkapan 4 anggota polisi yang baru terjadi itu sangat ramai diperbincangkan.

Sebagaimana diketahui,  polisi yang biasanya melakukan penangkapan kepada masyarakat yang melanggar hukum namun pada kasus ini, polisi sendiri yang menjadi tokoh pelanggaran hukum itu.

Untuk itu, tandas dia,  kasus ini jangan sampai berhenti pada penangkapan itu saja melainkan harus dikembangkan lebih dalam lagi hingga terkuak jaringan tersebut. ‘’Harus diusut tuntas,’’ pungkas dia.(AHA/ERM/DHE)

Most Popular

To Top