Membandel, Pemkab Kembali Tegur PT Conch – Ambon Ekspres
Rekam

Membandel, Pemkab Kembali Tegur PT Conch

MAKASSAR, AE.––Proyek pembangunan PLTU dan pabrik semen milik PT Conch terus melebar, meski tanpa izin. Karena itu Pemkab Barru, Provinsi Sulawesi Selatan kembali menegur perusahaan asal Tongkok ini agar tak lagi melakukan aktivitas sebelum seluruh izin-izinnya beres.

Pemkab Barru tampaknya mulai gerah melihat kegiatan pembangunan proyek milik PT Conch yang terus berjalan meski belum ada izin, termasuk belum mengantongi  IMB.

Plt Bupati Barru, Suardi Saleh sudah perintahkan Satuan Polisi Pamong Praja ke lokasi menegur perusahaan ini. “Saya minta hentikan sementara kegiatan sebelum  izinnya diselesaikan,” kata Suardi.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Barru, Muh. Sabirin menyatakan, bersama timnya sudah turun langsung ke lokasi. “Saya sudah ketemu langsung manajemennya dan minta hentikan aktivitasnya di lokasi,” ujarnya.

Pengakuan Sabirin dilokasi proyek PLTU di Kelurahan Mangempang ada banyak pekerja yang sementara beraktivitas. Padahal harusnya tidak ada kegiatan pembangunan gedung sebelum ada IMB-nya. ‘’Kita lihat perkembangannya kalau belum juga berhenti tentu akan diambil langkah lebih tegas lagi,” ujarnya.

Pengakuan Plh Kasatpol PP ini, di lokasi proyek manajemen PT Conch justru minta difasilitasi agar perizinannya segera dikeluarkan. “Tugas kami penertiban. Bukan urus izin,” katanya.

Selain di Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, ternyata perusahaan ini sudah melakukan pembangunan persiapan pabrik semen di atas lahan seluas 80 hektar di Kelurahan Sepee, Kecamatan Barru. Sedikitnya ada dua lokasi yang direncanakan di Kelurahan Sepee.

Satu kawasan lahan milik warga yang sudah dibebaskan seluas 80 hektar itu kini sudah dipagar beton keliling. Akses masuk sudah terbatas. Di atas lahan tersebut sejumlah alat berat mulai bekerja.
Sisahnya masih ratusan hektar lahan yang akan dibebaskan lahan milik warga.

Sebelumnya manajemen PT Conch justru merasa terlalu lama menunggu proses perizinannya. Mr Wu diterjemahkan Jane, menyatakan, proses perizinannya sudah dua tahun. Tapi mengapa Pemkab Barru tak keluarkan izin. Padahal seluruh persyaratan yang diminta Pemkab Barru sudah dilengkapi.

ANCAM DEPORTASI
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Andi Ashari mengatakan, jika PT Conch tetap abai memenuhi dokumen perizinan, pihaknya segera mengambil tindakan tegas. Apalagi menyangkut soal izin tenaga kerja asing (TKA). “Tindakan terakhir deportasi. Dikembalikan ke negara asalnya,” kata Ashari, Sabtu, (12/3).

Namun, pihaknya masih memberikan waktu jika memang dokumen izin tenaga kerja belum dipenuhi. Masih dilakukan secara preventif. “Kita lakukan pembinaan agar tenaga kerja segera melengkapi izinnya,” ujar dia.

Soal TKA, lanjut Ashari, paling mendesak harus memiliki izin menggunakan tenaga kerja asing (IMTA). “Jika tidak, berarti mereka (TKA) sudah melanggar aturan undang-undang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Disnakertrans akan meninjau kembali sejauh mana kelengkapan izinnya ke pihak Pemkab Barru dan keimigrasian. “Terkini, saya belum tahu pasti kondisinya. Kita akan cek kembali dokumen izinnya,” tutur Ashari.(RIL)

Most Popular

To Top