Pro Kontra Format Herman-Vanath – Ambon Ekspres
Politik

Pro Kontra Format Herman-Vanath

AMBON, AE—Pro dan kontra format Herman Koedeobeon dan Abdullah Vanath tengah menajam. Sebagian pendukung menginginkan Vanath sebagai calon gubernur, sementara lainnya justru memilih Herman.

Pro dan kontra terkait konfigurasi pasangan ini mulai menajam di – grup facebook Maluku HEBAT (Herman-Vanath). Misalnya, postingan foto dan narasi mengenai kedua figur ini, Senin (13/3) oleh akun Jwl Mayor Lakoey, salah satu pendukung mereka. “Sosok pemimpin yang sangat jelas. Pak Herman layak untuk nomor 01 Maluku (calon gubernur),” komentar Ludna Alkatiri yang disetujui lewat beberapa komentar berikutnya.

Sementara postingan Rais Mahendra di grup facebook SBT Tabulik pada hari yang sama, justru banyak yang mendukung Vanath sebagai calon gubernur. Menurut Mahendra, alasan terbesar masyarakat SBT dan Seram secara umum memilih Abdullah Vanath karena menginginkan beliau jadi Gubernur Maluku, bukan wakil.

“Kalau memang antua (beliau) harus nomor 2 (calon wakil gubernur), mending untuk periode selanjutnya kembali pilih Bib (Said Assagaff) saja,” komentar Febrianto Musdar. “Beta (saya) salah satu pengagum DV (Dullah Vanath) kecewa kalau DV harus jadi 02 di pilgub tahun depan,” tambah Musdar.

Salah satu warga SBT, Eddy Ellys menilai, Vanath pantas maju sebagai calon gubernur. Sebab, menurut dia, Vanath sudah teruji dari aspek kepemimpinan yakni menjadi Bupati SBB dua periode dan mewakili kaum muda. “Pak Vanath semestinya diberi posisi 1, bukan 2. Beliau sudah terbukti mampu menyatukan kekuatan Seram dan Kei. Selain itu, beliau salah satu tokoh muda yang disiapkan sebagai pemimpin masa depan Maluku,” kata Ellys, Selasa (14/3).

Sebagai figur dirasa mewakili kaum, lanjut Ellys, Vanath dengan mudah akan menarik simpati pemilih pada level ini. Itu sudah terbukti saat Pilgub Maluku 2013 lalu.

SURVEI DAN BASIS
Herman dan Vanath merupakan pelaku politik di Maluku. Herman mantan Bupati Maluku Tenggara dan Vanath mantan Bupati SBT. Pada Pilgub Maluku 2013, keduanya maju namun tidak berpasangan.

Herman meggandeng pengusaha lokal, Daud Sangadji yang disingkat MANDAT. Sementara Vanath memilih Marthin Jonas Maspaitela, akademisi UKIM itu sebagai pasangannya.

Meski hanya dengan partai non seat (tanpa kursi di DPRD), Vanath-Maspaitella mampu meraih suara terbanyak pada putaran pertama, yakni 205.564 suara (26,63 persen). Sedangkan Said Assagaff dan Zeth Sahuburua berada posisi kedua dengan memperoleh 198.428 suara (25,69 persen) dan Herman-Daud 188.088 suara dari 772.311 suara sah (24,35 persen).

Namun, di puataran kedua justru suara Vanath-Maspaitella justru memperoleh 383.705 suara dan Assagaff-Sahuburua 389.884 suara (50,4 persen). Sementara itu, meski finish pada urutan ketiga, Herman-Daud menang di enam daerah, yaitu Maluku Tenggara Barat, Aru, Maluku Barat Daya, Tual, Maluku Tenggara dan Ambon.

Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti) Paulus Koritelu mengatakan, penentuan formasi pasangan calon Herman dan Vanath ditentukan oleh indikator survei dan basis. “Pertama, adalah keinginan partai politik yang bisa direpresentasikan melalui kegiatan survei. Kedua, pada analisis basis dukungan,” kata Koritelu.

Indikator survei belum dapat diketahui. Sementara melalui indikator basis, menurut Koritelu, Herman lebih layak diusung sebagai calon gubernur.

Koritelu berkaca pada Pilgub Maluku 2013, dimana Herman mampu menyatukan kekuatan orang Tenggara sehingga meraih suara terbanyak di lima daerah Tenggara Raya. Kemudian, dari segi jumlah, pemilih Tenggara Raya lebih banyak dibandingkan Seram Timur. “Jadi, basis etnisitas tinggal diperhitungan dalam kalkulasi politik.

Orang Seram Timur dan Tenggara ada di mana-mana. Tetapi bedanya, orang Tenggara terdistribusi pada beberapa wilayah, yakni Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Aru dan Kota Tual,” paparnya.

Selain basis dan survei, format pasangan ini juga sangat ditentukan oleh rekomendasi PDI Perjuangan. ”Tapi kalau irisannya dari PDIP, saya kira Herman yang akan jadi calon gubernur. Sementara Vanath wakil,” katanya.

Pengamat Unpatti lainnya, Mochtar Nepa-Nepa punya pendapat berbeda. Menurut dia, jika PDIP memberikan rekomendasi, kemungkinan besar Vanath yang jadi calon gubernur. “Jika PDIP menganggap layak untuk dikawinkan dengan HK, maka besar kemungkinan HK akan berada pada posisi 2. Tetapi jika kemudian PDIP lebih mmilih figur lain, maka AV akan dihadapkan pada masalah rekomendasi partai,” kata Mochtar.

Karena menurut dia, Vanath masih dirindukan oleh pendukung setianya sebagai calon gubernur. “Soal apakah AV sebagai Maluku 1, akan sangat tergantung pada dinamika politik untuk meyakinkan partai. Kendala utama bagi AV adalah meyakinkan partai,” kata Mochtar.

PELUANG MENANG
Penentuan format pasangan calon bisa mempengaruhi psikologi politik masyarakat pemilih. Sehingga, kata Koritelu, akan berdampak pada peluang kemenangan.

Dia menakar, bakal calon pasangan ini akan kuat jika format atau konfigurasinya Herman-Vanath. Herman punya potensi untuk bisa menyatukan masyarakat Tenggara Raya, ketika ada calon dari Tenggara yang bisa saja disiapkan oleh Said Assagaff.

“Saya melihat tidak ada calon wakil gubernur lain dari Seram Timur, selain Vanath. Dan basis massa seorang Vanath itu masih utuh. Tapi kalau Herman yang ditempatkan pada posisi yang tidak potensial (cawagub), maka kekuatan basis massa Tenggara Raya itu akan pecah,” jelasnya.

Menurut Mochtar, Vanath dan Herman masih memiliki taji politik yang kuat. Tetapi secara personal dalam konteks politik, Vanath lebih berpengalaman dari Herman. “Artinya bahwa AV jauh lebih dewasa dan matang dalam berpolitik. Dan inilah sebetulnya sosok yang dibuthkan Maluku. Berani, kuat, energik sebagai mana simbol Barack Obama yang selalu tampil energik di depan publik,” ungkapnya.

Tetapi tidak bisa dipungkiri, modal politik dan ekonomi Vanath saat pilgub sebelumnya dan tahun depan cukup berbeda. Pilgub lalu, Vanath masih memiliki kekuasaan dan kekuatan birokrasi. “Ini yang menurut saya menjadi pertanyaan serius. Karena bagaimanapun kekuatan sumber daya ekonomi masih menjadi andalan belanja politik,” tukasnya.(TAB)

Most Popular

To Top