Minta SKPD Kawal Proyek Strategis Nasional – Ambon Ekspres
Amboina

Minta SKPD Kawal Proyek Strategis Nasional

AMBON, AE–Gubernur Maluku Said Assagaff meminta seluruh SKPD dilingkup Pemprov Maluku agar bisa mengawal 11 proyek strategis nasional yang telah disetujui pemerintah pusat. Untuk mengawal proyek tersebut, Assagaff kembali membahasnya bersama seluruh pimpinan SKPD.

Menurut Assagaff, dari 11 proyek yang dibahas, ada 10 proyek yang sudah disetujui. Hanya 1 proyek saja terkait pembangunan Institut Teknologi Ambon (ITA) yang mengalami penundaan tiga hingga empat tahun kedepan. Penundaan itu karena tenaga pendidik harus dipersiapkan terlebih dahulu. “Saya minta proyek-proyek strategis ini dijaga dan dikawal. Jangan sampai tahun depan tidak ada realisasinya. Kemudian DAU kita mulai tahun depan lagi sudah dihitung berdasarkan luas laut kita,” tegasnya.

Dikataakan, 11 proyek strategis nasional, salah satunya yakni Trans Maluku yang merupakan transportasi multimoda. Integrasi transportasi jalan dan transportasi penyeberangan atau ferry yang menghubungkan gugus pulau di Maluku.

Selain itu ada 7 ruas jalan trans Maluku yang dimulai dari pembangunan Jalan Trans Ibra–Anar–Tetoat sepanjang 68,31 km, trans ruas Lingkar Barat Pulau Seram (Kairatu–Piru–Taniwel–Lisabata–Saleman) sepanjang 98.82 km, jalan lingkar Pulau Ambon (Laha–Alang–Wakasihu–Asilulu–Kaitetu–Hitu–Morela–Liang) sepanjang 99.6 km serta trans Maluku ruas lingkar Selatan Pulau Seram (Haya–Tehoru–Werinama–Kotabaru–Airnanang) sepanjang 200,5 km.

Juga pembangunan jalan trans Maluku ruas lingkar timur Pulau Seram (Airnanang–Masiwang–Waru–Bula) sepanjang 120 km dan jalan trans Maluku ruas Leksuka–Namrole (Pulau Buru) sepanjang 53,85 km serta jalan trans Maluku ruas Tual-Ngadi-Tamedan-Ohoitu di Pulau Kei Kecil sepanjang 24,2 km. “Total seluruhnya ruas jalan Trans Maluku ada 7 ruas dan merupakan proyek strategis nasional sehingga diprioritaskan penanganannya pada tahun Anggaran 2018 pada dana APBN atau DAK,” katanya.

Dikatakan, proyek kedua yakni food estate yang merupakan konsep pengembangan produksi pangan di Maluku. Ini dilakukan secara terintegrasi yakni pertanian, perkebunan dan peternakan yang berada di suatu kawasan lahan yang didukung oleh infrastruktur berupa bendungan dan irigasi yang difokuskan di Pulau Buru dengan anggaran sekitar Rp 2,6 triliun.

“Bendungan Wai Apu telah disetujui pembangunannya tahun anggaran 2017 ini dan akan dimulai pembangunan jalan akses menuju bendungan dan tahun anggaran 2018 pembangunan fisik Bendungan Wae Apu,” ujarnya.
Proyek lainnya, lanjut Assagaff, berkaitan dengan flyover Sudirman yang berfungsi untuk mengatasi kemacetan ruas jalan Ambon-Galala dengan panjang bentang 402 meter.

Sementara anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan mega proyek tersebut sebesar Rp 180 miliar. “Selain itu, pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat yang juga masuk dalam proyek prioritas akan memberikan pelayanan medis yang berkualitas dan memadai untuk semua kalangan masyarakat. Dengan lokasi RSUP di Wailela, Desa Rumatiga Kota Ambon. Kebutuhan anggaran untuk konstruksi sebesar Rp 795,8 miliar,” terangnya.(AHA)

Click to comment

Most Popular

To Top