Rolobessy Dituntut 12 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Amboina

Rolobessy Dituntut 12 Tahun Penjara

AMBON, AE.–– Mantan Direktur Utama PT Bank Maluku-Maluku Utara, Idris Rolobessy dituntut hukuman penjara selama 12 tahun. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku pada persidangan di PN Tipikor Ambon, Rabu (15/3).

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Suwono dibantu hakim anggota, Christina Tetelepta dan Benhard Panjaitan. Tim JPU Kejati Maluku diketuai Rolly Manampiring sedangkan terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Munir Kairoti dan Helmi Sulilatu.

Menurut JPU, terdakwa Idris dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) proyek pengadaan lahan dan gedung kantor cabang PT Bank Maluku dan Maluku Utara di Surabaya tahun 2014 senilai Rp 100 juta dari total dana sebesar Rp 54 miliar.

“Menuntut, meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan vonis kepada terdakwa Idris Rolobessy karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan TPPU sebagaimana diatur dalam pasal 2 UU Tipikor serta pasal 3 dan pasal 5 tentang TPPU,” ucap JPU.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim langsung menunda persidangan hingga Rabu (16/3) dengan agenda mendengarkan pembacaan pembelaan atau pleidooi dari penasehat hukum terdakwa.

Sidang tuntutan Terdakwa Rolobessy sempat tiga kali ditunda oleh majelis hakim. Awalnya, sidang tuntutan diagendakan pada Jumat pekan lalu. Kemudian ditunda hingga Senin (13/3) karena surat tuntutan belum selesai disiapkan oleh JPU. Namun kemudian sidang ditunda lagi dengan alsan surat tuntutan belum dijilid.

Namun karena jadwal sidang yang padat, hakim kemudian menunda sidang tuntutan dan baru terlaksana pada Rabu (15/3). Itupun sidangnya dimulai tepat pukul 09.00 WIT, tidak seperti biasanya dan tidak satu mediapun yang meliput.

Diketahui, pada Selasa pekan kemarin, dua rekan terdakwa Rolobessy yakni Hentje Abraham Toisuta dan Pedro Ridolf Thentua juga sudah jalani sidang tuntutan. Terdakwa Hentje dituntut 12 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar subsidair 6 bulan serta dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 7,2 miliar subsidair 7 tahun penjara.

Terdakwa Hentje Abraham Toisuta alias Hence dalam amar tuntutan JPU terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan TPPU sebagaimana diatur dalam pasal 2 UU Tipikor serta pasal 3 dan pasal 5 tentang TPPU pasal tersebut sama dengan pasal yang dikenakan terdakwa Idris Rolobessy.

Sementara terdakwa Pedro Ridolf Tentua dituntut JPU dengan hukuman 8 tahun 5 bulan penjara serta dikenai denda sebesar Rp 700 juta subsidair 6 bulan kurungan penjara. Pedro dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 UU Tipikor.(MG1)

Most Popular

To Top