Satu Oknum Polisi Narkoba Buron – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Satu Oknum Polisi Narkoba Buron

AMBON, AE.—Pengembangan penangkapan terhadap empat anggota Polres Pulau Buru, atas tindak pidana kasus narkoba, beberapa hari lalu masih terus dilakukan.

Ternyata, masih ada pelaku lain yang juga merupakan oknum anggota Polri ikut terlibat dalam sindikat ini. Oknum polisi itu masih dalam pengejaran polisi. Sebelumnya 4 orang yang sudah diamankan masing-masing Brigpol WM alias Wardi sebagai bandar dan tiga pengedar yakni Bripka GS alias Gunawan, Brigpol NRS alias Noer dan Bripka AP alias Abas.

Direktur Narkoba Polda Maluku Kombes Thein Tabero saat memberikan keterangan persnya mengatakan, masih ada tersangka lain yang merupakan anggota Polri terlibat dalam jaringan ini. ”Mungkin kasus ini akan berkembang karena masih ada satu orang lagi anggota Polri juga yang masih kita selidiki,’’ ungkap Tabero.

Dirinya enggan membeberkan identitas maupun inisial oknum yang buron dengan alasan penyelidikan. Selain itu, asal barang terlarang ini juga masih terus didalami. ”Jadi untuk anggota yang buronini masih konsumsi kita untuk kepentingan penyelidikan. Jadi saya belum bisa memberitahukan ini detilnya dan untuk jaringan kita juga belum bisa membuka itu karena itu juga kepentingan penyelidikan. Yang pasti, barangnya didapat dari luar Maluku dan akan kita kembangkan,” katanya.

Dia membeberkan, berdasarkan hasil penyelidikan khusus anggota Polri yang terlibat permainan kotor peredaran narkoba, WM alias Wardi mengemuka. Dia kemudian ditetapkan sebagai target operasi (TO). ”WM ini sudah menjadi TO kita. Karena saya sudah meping untuk di Maluku, khusus anggota Polri yang terlibat narkoba, salah satunya dia (WM) sehingga kita mencari bukti baru dan kita tangkap,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan, 16 paket shabu yang diamanan dari tangan WM merupakan sisa penjualan. ”Pengakuan WM ada 49 paket shabu dan 16 paket itu sisa dari penjualan. Dijual dengan harga Rp 2,5 juta per paket dengan berat per paket satu gram lebih. Barang ini didapat dari rekannya.

Informasinya berada di luar Maluku. Dan uang hasil penjualan Rp 60 juta pecahan Rp100 ribu dan Rp 50 ribu,” bebernya.

Menurut dia, WM cs mengedar barang terlarang ini tidak hanya di wilayah Gunung Botak namun juga di Namlea dan sekitarnya. ”Jadi narkoba ini diedarkan untuk di Namlea saja,” cetusnya.

Menyoal kenapa sampai kasus ini dialihkan penanganan, dia mengaku itu untuk bersih-bersih di internal Polri. ”Yah kita Polri harus bersih-bersih dong. Kita harus bersih-bersih karena itu sudah di instruksikan Presiden. Polri harus bersih. Jadi kita harus bersih,” kata Tabero.

Dia menandaskan, proses selanjunya untuk kasus ini sudah dinaikan ke tahap penyidikan. Keempatnya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka juga diganjar sesuai dengan unsur pidana yang dilakukan.

Sementara itu, Kapolres Buru AKBP Leo Simatupang menandaskan, dengan penangkapan ini menunjukan bahwa masih ada anggota terlibat kasus narkoba. Ini membuktikan bahwa belum ada keseriusan dalam menangani persolan narkoba di wilayah hukum Polres Pulau Buru.

”Untuk tes urin di tingkat Polres tentunya kita laksanakan insidentil hanya untuk beberapa oknum dan belum pernah tertangkap tangan. Untuk tes urine kita berkali-kali kita laksanakan. Dengan kasus ini, ini bukti kita lebih serius di Polres Buru dalam mengungkap kasus-kasus narkoba yang melibatkan anggota Polri, Dan ini sebenarnya tamparan keras untuk Polres Pulau Buru,” jelasnya.

Simatupang menandaskan, dalam kasus ini yang diamankan sebanyak delapan orang. Empat orang anggota Polri dan empat lainnya warga sipil. ”Untuk warga sipil sudah kita amankan dan tetap kita proses. Kita kenakan dengan pasal pemakai saja. Ada empat orang yang sudah kita amankan,” tandas dia.(ERM)

Click to comment

Most Popular

To Top