Eks Kabag Umum Setda SBT DPO – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Eks Kabag Umum Setda SBT DPO

AMBON, AE–Mantan Kabag Umum pada Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Salim Arif Eli dimasukan dalam Daftar Pencairan Orang (DPO) oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tengah. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi dana oprasional Bagian Umum Setda SBT yang bersumber dari APBD Kabupaten setempat tahun 2015 senilai Rp 22 miliar.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, Robinson Sitorus, penatapan tersangka dalam daftar DPO lantaran tersangka dinilai tidak kooperatif dan acuh terhadap panggilan tim penyidik yang menangani perkara tersebut.

“Kita resmi menetapkan tersangka, Salim Arif Eli yang adalah mantan Kabag Umum pada Setda SBT dalam DPO. Pasalnya, yang bersangkutan dinilai tidak kooperatif mulai dari tahap penyelidikan hingga ke penyidikan. Kita telah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Agung serta Mabes Polri terkait untuk melacak keberadaan tersangka,” ucap Sitorus.

Dia menjelaskan, dalam kasus tersebut tersangka bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Dimana dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk merealisasikan rancangan kerjanya banyak tidak sesuai bahkan terindikasi dalam anggaran yang direalisasikan untuk empat item proyek tersebut dari fisiknya tidak ada alias fiktif.

“Anggaran tersebut diperuntukan untuk empat item kegiatan. Yang pertama, pengadaan baju Korpri dan PDH. Yang kedua pengadaan meja, yang ketiga pengadaan benderah dan tenda serta keempat pengadaan lambang negara atau lambang Burung Garuda. Dari empat item kegiatan tersebut dalam realisasi pekerjaanya banyak yang tidak sesuai bahkan ada yang fiktif,” jelas Sitorus.

Dalam merealisasikan keempat item proyek tersebut, pihak Bagian Umum Setda Kabupaten SBT bekerja sama dengan CV Zibrael yang dipimpin Muklis Takaba. Takaba juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon. “Jadi selain Salim Arif Eli ada juga Bos CV Zibrael, Muklis Takaba yang juga ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon. Dia yang melakukan pekerjaan terhadap empat item proyek tersebut,” ujar Sitorus.

Dalam proses penyidikan atas kasus yang diduga merugikan keuangan negara atau daerah senilai Rp 800 juta lebih itu, lanjut Sitorus, tim penyidik dalam kasus tersebut telah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi guna melengkapi berkas kedua tersangka yang dietapkan pada pertengahan Januari 2017 lalu. “Saksi-saksi yang kita periksa ditahap penyidikan kurang lebih sudah 16 orang yang telah kami periksa dan masih ada saksi-saksi lainya yang perlu diperiksa termasuk kedua tersangka. Pemeirksan tersebut tentunya bertujuan untuk merampungkan berkas perkara kedua tersangka,” kata Sitorus.(MG1)

Most Popular

To Top