Pembunuh Anggota TNI Masih Buron – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Pembunuh Anggota TNI Masih Buron

AMBON, AE—Rendy Melky Kakilete, pelaku pembunuhan anggota TNI AD Pratu Ansar Kurniawan di Dusun Marehanu, Negeri Latea, Kabupaten Maluku Tengah masih buron. Aparat kepolisian dibantu TNI juga masih terus mengendus keberadaan residivis itu. Kuat dugaan dia melarikan diri ke dalam hutan.

Untuk mengungkap kasus ini, aparat kepolisian dari Polres Maluku Tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemarin. Polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti guna kepentingan penyelidikan. Barang bukti yang disita termasuk pisau yang digunakan pelaku untuk menikam korban, senter dan sandal. “Pisau sudah kita amankan. Demikian juga senter dan sendal milik korban,” terang Kapolres Maluku Tengah AKBP Harley Silalahi.

Untuk kepentingan penyelidikan itu, pihaknya terus mengorek keterangan dari sejumlah warga Marehunu, Negeri Latea. Saksi yang diperiksa juga bertambah menjadi 10 orang. “Sebelumnya hanya 8 saksi yang diperiksa. Kini bertambah menjadi 10 orang,” jelasnya.

Silalahi menyatakan, belum mengetahui motivasi pelaku melakukan aksi penikaman yang menyebabkan tewasnya Pratu Ansar. “Pelaku buron. Karena itu belum kita ketahui pasti apa motifnya,” ujarnya.

Menyinggung apa hubungan keributan di rumah Kepala Dusun Elson Kakilete dengan aksi itu, dia mengatakan, keributan yang terjadi di rumah kepala dusun Elson Kakilete itu dilakukan orang tua Hanny yang juga rekan pelaku.

Dimana saat terjadi keributan, korban bersama kedua rekannya yang datang dengan maksud melerai, namun dihadang pelaku. Saat itu pelaku langsung menghujamkan sebilah pisau, menyebabkan korban meninggal.

Silalahi yang turun langsung ke lokasi kejadian telah memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak menyembunyikan pelaku. “Saya tegaskan kepada masyarakat agar keluarkan pelaku, bila ada yang sengaja sembunyikan akan kita proses,” tegasnya.

Sementara itu, terkait dugaan pelaku pembunuhan masih merupakan tahanan yang menjalani proses hukum, dibantah pihak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Maluku. Menurut Rudy Reupassa selaku Humas Kemnkumham Maluku, pelaku pembunuhan anggota TNI ini tergolong residivis.

Pasalnya, kata dia, perbuatan yang dilakukan sama dengan perkara yang dilakukan sebelumnya. Dalam hal ini pelaku kasus pembunuhan anak Raja Negeri Latea terkait persoalan antara Dusun Marehanu dan Negeri Latea pada tahun 2010 lalu. Atas kasus tersebut telah terbukti serta berkekuatan hukum tetap, dan pelaku telah selesai menejalani masa penahanannya di Lapas Kelas IIA Ambon.

“Memang perbuatanya sama disebut residivis. Dan telah kami kroscek yang bersangkutan telah bebas menjalani masa hukumanya. Sehingga, perbuatanya itu bukan lagi urusan Kemnkumham ataupun pihak Lapas,” ucap Rudi.

Rudi menjelaskan, dalam proses penyeldikan dan penydikan nantinya oleh pihak kepolisian terhadap dugaan pembunuhan anggota TNI tadi serta dilimpahkan ke pengadilan nantinya maka akan di beratkan dalam pertimbangan putusannya nanti. “Nanti itu menjadi pertimbangan dalam membertakan putusan terhadap pelaku pembunuhan,” jelasnya.

Sebelumnya seperti diberitakan, polisi telah mengintrogasi sedikitnya empat pegawai dan piket Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Masohi. Diantaranya Sadam Kairoti, Jefri Leinufun, Dahlan Rumau, dan Ode Muane.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap keterkaitan pelaku dengan tempat kejadian perkara. Sebab, pelaku saat melakukan aksi penikaman terhadap Pratu Ansar Kurniawan diduga masih berstatus tahanan di Rutan Waiheru.

Dia divonis penjara atas kasus pembunuhan anak Raja Latea tahun 2010 bersama lima rekannya masing Elson F Kakilete, Solman Elly, Yohanis Iwane, Hani Liulessy dan Jembris Telapasune (ANC/MG1)

Most Popular

To Top