April, Kapal Listrik Beroperasi – Ambon Ekspres
Amboina

April, Kapal Listrik Beroperasi

AMBON, AE— Kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Palnt/MVPP “Aradeniz Powership Zeinep Sultan” yang tiba di Ambon, Maluku sejak 15 Maret 2017, dipastikan dapat beroperasi di April mendatang. “Sebelum kapal ini beroperasi, harus dikoneksikan dengan jaringan di Pulau Ambon.

Untuk konek langsung dengan kapal listrik tersebut dilakukan dengan transmisi 70 kb kurang lebih yang dibangun dari Waai sampai Sirimau kurang lebih 49 km. Serta 2 gardu induk yang sudah dibangun itu di Passo dan di Sirimau. Proses-proses untuk nanti konekting dengan kapal itu, sementara sudah berjalan tinggal beberapa instrument yang ada di gardu induk yang perlu dicek kembali ketegangan.

Apakah sudah bisa atau tidak. Kalau sudah, maka nantinya kapal tersebut April mendatang sudah bisa dioperasikan. Masyarakat juga bisa menikmati,” papar Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN Maluku dan Maluku Utara Edward Peea kepada Ambon Ekspres, Kamis(23/3).

Kehadiran kapal itu, kata dia, untuk menyalurkan listrik ke sistim PLN sebesar 60 MW. Itupun, kalau dipikirkan hanya bisa beroperasi dalam waktu jangka pendek. Mengapa ? Karena kapal ini akan berada di Ambon selama 5 tahun.

“Jadi, dalam waktu 5 tahun itu, kapal ini bisa melayani Ambon sambil menunggu ada beberapa rencana pembangunan proyek-proyek kelistrikan di Maluku, khususnya di Pulau Ambon seperti pembangunan PLTP Tulehu berkapasitas 2 x 10 MW dan PLTMG Ambon Peaker berkapasitas 30 MW sebagai prioritas utama untuk keandalan sistem Ambon. Disamping itu juga ada proyek-proyek terkait 35.000 MW yang disampaikan pemerintah kepada kita,” katanya.

Keberadaan kapal dengan kapasitas 60 MW tersebut, masyarakat berharap kebutuhan listrik di daerah ini bisa terpenuhi. Bukan hanya itu, terkait dengan proyek-proyek yang direncanakan PLN untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik di kabupaten/kota dengan memanfaatkan sumber daya alam, yakni air, panas bumi, tenaga surya maupun minyak dan gas.

Menanggapi hal tersebut, Peea kembali menjelaskan, tidak menutup kemungkinan, untuk menambah kapasitas di Ambon, PLN bisa melakukan dengan upaya pembangkit listrik yang menggunakan sumber daya alam. ‘’Tidak menutup kemungkinan, kita manfaatkan tenaga air, panas bumi, tenaga surya maupun minyak dan gas.

Tapi yang paling besar itu adalah panas bumi dan PLTMG Ambon Peaker yang kurang lebih ada daya sebesat 50 MW sampai dengan 2019 nanti. Sehingga mau dikatakan krisis tidak karena bisa terpenuhi dan bisa memperlancar pertumbuhan ekonomi serta pendidikan dan lainnya,” paparnya.

Misalnya, kata Peea, terkait potensi gas di blok Marsela juga bisa menjadi salah satu cara untuk menambah daya listruk di darah setempat. Potensi tersebut, memang PLN dalam program pemerintah itu ada pembangunan PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas).

“Ada potensi gas yang cukup besar di MBD. Ini juga menjadi salah satu rencana PLN untuk membangun pembangkit-pembangkit listrik dengan memanfaatkan minyak dan gas. Sehingga kedepan, blok itu sudah bisa beroperasi dengan baik, otomatis pembangkit-pembangkit listrik PLN yang terdekat dikawasan tersebut akan memakai gas dan program pemerintah untuk PLTMG itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survei, sambungnya, dengan potensi gas yang ada daya listrik di Saumlaki bisa bertambah sebesar 10 MW. Kalau PLTMG ini bisa dibangun dengan potensi gas tersebut, maka pemakaian BBM juga semakin berkurang dengan kembali ke gas.

“Dengan daya 10 MW di Saumlaki bisa terpenuhi. Karena disana belum meluas pembangunan saat ini. Tapi kedepan pembangunan pasti akan semakin berkembang dan PLN akan melihat hal itu. Sehingga kedepan jangka pendek maupun jangka panjang terkait kebutuhan listrik di MBD maupun di kabupaten/kota lainnya bisa terpenuhi. Tentu dilakukan secara bertahap dan tergantung usulan pemerintah. Dengan begitu, masyarakat diseluruh pelosok wilayah Maluku bisa dipenuhi kebutuhan listriknya,” pungkasnya.

Warga yang ditemui koran ini berharap keberadaan kapal listrik bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. “Sampai sekarang juga masih terjadi pemadaman listrik baik siang atau malam. Apakah memang daya yang ditambah belum cukup atau ada masalah lainnya, kami tidak tahu. Intinya kalau menurut PLN dengan adanya kapal daya bisa tambah, diharapkan tidak ada pemadam yang secara tiba-tiba,” ungkap Ongen Hattu, salah satu warga saat ditemui koran ini di kawasan Jalan Rijali, kemarin.

Terpisah, salah satu guru SMP, Fanny (30) yang ditemui juga mengatakan, pemadaman listrik khususnya disiang hari sangat mengganggu aktivitas belajar siswa. Dikatakan, saat ini siswa sedang dalam proses try out yang berbasis komputer. Kalau listrik mati tidak menentu pasti sangat menganggu kinerja para siswa.

“Intinya, kami berharap PLN juga bisa melihat hal ini. Bukan hanya jaringan internet yang dibutuhkan tapi listrik juga demikian. Sehingga, kami harap dalam beberapa hari kedepan tidak ada lagi pemadaman di siang hari yang dapat menganggu aktivitas masyarakat pada umumnya,” harapnya.(IWU)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!