Kapal Terbakar Tanggungjawab Jaksa ? – Ambon Ekspres
Amboina

Kapal Terbakar Tanggungjawab Jaksa ?

AMBON, AE— Terbakarnya KM Sino 27 diperairan Teluk dalam Ambon, kawasan Lantamal IX Halong, Kecamatan Baguala, Rabu (21/3) masih menimbulkan tanda tanya. Belum diketahui siapa yang paling bertanggungjawab dalam peristiwa itu.

Saat ini barang bukti tersebut masih dalam proses penyitaan sambil menunggu putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA) RI oleh terdakwa I Lou Xi Shun dan Usman Useng. Keduanya dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Tinggi (PT) Ambon selama 2 tahun penjara dan denda masing-masing Rp 2 miliar serta barang bukti KM Sino 27 dirampas untuk negara.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Herry Setiabudi kepada Ambon Ekspres diruang kerjanya, Kamis (23/4) mengatakan, KM Sino 27 itu masih dalam tahap tingkat kasasi. Olehnya itu, barang bukti masih dalam proses penyitaan untuk menunggu kepastian hukum kasasi yang dilayangkan kedua terdakwa kasus penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) itu.

“Untuk sementara proses hukumnya belum inkrah (berkekuatan hukum tetap) dan masih dalam tahap kasasi di MA yang dilayangkan terdakwa, I Lou Xi Shun dan Usman Useng. Dengan demikian, barang bukti KM Sino 27 yang telah hangus terbakar itu masih dalam tahap penyitaan dan tingkatnya ada di MA RI,” ucap Herry.

Dia menjelaskan, awalnya, di Pengadilan Perikanan pada PN Ambon, oleh majelis hakim yang diketuai Matius menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 200 juta tanpa pidana badan. Selain itu, barang bukti kapal dan alat pukatnya dikembalikan kepada kedua terdakwa.

“Atas putusan pengadilan tingkat pertama, JPU Kejati Maluku melakukan upaya hukum lanjut yaitu banding ke PT Ambon. Oleh PT Ambon, kedua terdakwa diganjar hukuman 2 tahun penjara dan denda masing-masing Rp 1 miliar. Selain itu barang bukti kapal dan alat pukat serta sitaan ikan seberat 104 ton yang telah diuangkan senilai Rp 616.420.000 semuanya dirampas untuk negara,” jelas Herry.

Atas putusan PT Ambon, lanjut Herry, ternyata kedua terdakwa tidak puas. Mereka melalui kuasa hukumnya langsung melakukan upaya hukum lanjut kasasi ke MA atas putusan PT Ambon. Dan hingga saat ini putusan tersebut belum dikatakan inkrah karena masih proses di tingkat kasasi.

“Jadi, belum ada putusan inkrah serta dilakukan eksekusi. Dengan demikian BB tersebut masih dalam penyitaan. Namun, pertanyaannya, barang bukti ini dititip kepada siapa karena masih dalam tahap proses hukum dan belum inkrah,” ujar Herry.

Praktisi Hukum, Hendirik Lusikooy kepada Ambon Ekspres via selulernya mengatakan, KM Sino 27 yang ludes terbakar itu tentunya kan menjadi tanggung jawab dari JPU Kejati Maluku setelah dialihkan atau pelimpahan berkas perkara tersangk dan barang bukti oleh penyidik ke JPU.

“Kalau seperti itu, dari sisi hukumnya yang bertanggung jawab adalah Kejati Maluku. Meskipun, penyidikannya berada di penyidik TNI AL. Karena semuanya telah dialihkan ke JPU saat proses tahap II,” sebut Hendrik.
Saat pelimpahan ke pengadilan, lanjut Hendrik, tetap penyitaannya berada di Kejati Maluku.

Karena proses persidangan perkara tidak mungkin barang bukti kapal itu dihadirikan dalam persidangan. “Tetap Kejati Maluku yang bertanggung jawab. Apapun itu konsekuensinya. Karena di pengadilan yang dihadirkan hanya barang bukti yang telah di foto untuk pembuktian, akan tetapi fisiknya kan berada dalam genggam Kejaksaan setlah proses tahap II tadi,” katanya.

TIM INAFIS OLAH TKP
Sementara itu, penyidik Ditpolair Polda Maluku hingga kini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap motif dibalik insiden kebakaran itu. Tim Inafis Polda Maluku dan Polres Ambon dilibatkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kapal tersebut.

“Kita libatkan tim inafis Polda dan Polres Ambon untuk bersama-sama melakukan olah TKP guna mencari motif sebenarnya dibalik peristiwa terbakarnya kapal itu,” kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh kepada koran ini, Kamis (23/3).

Menurut dia, olah TKP berlangsung sejak pagi hari dipimpin salah seorang perwira di Ditpolair Polda Maluku. “Kasubdit Gakum Ditpolair juga ikut sama-sama dengan tim untuk melakukan olah TKP. Olah TKP sekitar pukul 10.00 WIT,” jelasnya.

Diakui, hasil olah TKP tidak serta merta langsung diketahui hasilnya. Karena harus menunggu beberapa waktu lagi untuk menguji hasil tersebut. “Olah TKP itu bisa berlangsung sampai berhari-hari dan itu tergantung TKPnya. Untuk kapal ini, saya belum bisa pastikan hasil olah TKP berakhir hari ini atau kapan. Tetapi hasil itu nanti diuji lagi sehingga bisa diketahui motif dari kebakaran kapal itu,” tuturnya.

Disinggung soal pemeriksaan saksi, dirinya menambahkan, sampai siang kemarin belum ada saksi yang diperiksa. “Saksi sampai saat ini belum ada yang kita periksa. Tetapi pasti nanti ada juga saksi yang diperiksa. Kasus ini masih diselidiki,” terangnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, KM Sino 27 yang merupakan barang bukti kasus illegal fishing ludes terbakar di Perairan Teluk Dalam Ambon, Selasa (21/3). Kapal ini merupakan salah satu barang bukti yang dititipkan pihak pengadilan perikanan ke Lantamal IX Ambon. Kapal terbakar sekitar pukul 22.20 WIT.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran. KM Sino milik pengusaha asal Tiongkok dengan nama perusahaaan PT Sino Indonesia Shunlida.

Sementara itu, Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi terkait masalah ini mengaku belum bisa memberikan komentar. Dia menjelaskan, belum mengetahui pasti apakah kasus tersebut ditangani oleh Kejati Maluku atau Kejari Ambon sehingga, pihaknya berharap agar dikorscek terlebih dahulu kepada jaksa yang menyidangkan perkara tersebut.

“Saya berharap agar diberikan waktu untuk kroscek terlebih dahulu kepada jaksa yang menyidangkan perkara tersebut. Karena saya belum tau kasusnya ditangani oleh Kejati Maluku atau Kejari Ambon,” pinta Samy.(MG1/AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!