Isu Kotak Kosong, Herman tak Gentar – Ambon Ekspres
Politik

Isu Kotak Kosong, Herman tak Gentar

AMBON, AE.—Upaya kotak kosong pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2018 dianggap sepele oleh relawan Herman Adrian Koedoeboen. Menurut mereka, itu hanya isu murahan yang sengaja dikembangkan kandidat tertentu untuk mengelabui kerja politik kandidat lainnya.

Isu kotak kosong atau pemilihan dengan calon tunggal, merebak dan menjadi perbincangan di hampir seluruh kabupaten/kota. Dengan kalkulasi politik, Golkar dan PDIP Perjuangan akan berkoalisi.

Figurnya adalah Said Assagaff, balon gubernur petahana dan kader dari PDIP. Koalisi dua partai besar ini, memungkinkan partai politik lainnya untuk bergabung.

Tidak hanya komunikasi politik, informasi mengenai pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) mulai dilakukan oleh warga Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah untuk Herman Koedoeboen dan Abdullah Vanath juga sudah disebarkan. Tapi, informasi ini ditepis oleh relawan Herman.

“Dalam benak dan pikiran pak Herman, tidak ada gerakan pengumpulan KTP. Bagi kami, itu hanya isu murahan yang sengaja dihembuskan oleh kandidat tertentu,” kata salah satu Relawan Herman Koedoeboen, Nahwan Matdoan ketika dikinfirmasi Amnbon Ekspres via seluler, Rabu (29/3) mengenai informasi pengumpulan KTP tersebut.

Menurut Matdoan, informasi pengumpulan KTP hanya untuk membenarkan isu kemungkinan kotak kosong. Dengan anggapan, Herman dan bakal calon wakilnya tidak sanggup mendapatkan rekomendasi dari parpol untuk mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Itu hanya untuk membenarkan isu sebelumnya, bahwa kemungkinan bisa terjadi paslon tunggal di pilgub atau kotak kosong. Kemudian, seoalah-olah kami tidak sanggup untuk mendapatkan bendera parpol. Yang jelas, itu dimainkan oleh satu pihak,” tandasnya.

Dia menegaskan, Herman akan mendaftar apabila ada parpol yang sudah memulai penjaringan bakal calon. Bukan hanya PDIP, tapi juga di parpol lainnya. “Untuk itu, hari ini saya nyatakan secara resmi bahwa pak Herman tetap maju di pilgub Maluku 2018 sebagai bakal calon gubernur. Dengan partai apa, belum saatnya disampaikan ke publik,” tegasnya.

TERUS KONSOLIDASI
Disinggung soal konsolidasi, akui Matdoan, sudah dilakukan di 11 kabupaten/kota di Maluku sejak dua tahun lalu hingga kemarin. Mulai dari pembagian kalender dan hingga penyerapan aspirasi dari warga. Konsolidasi ini masih dilakukan secara tertutup.

Sehingga, lanjut dia, popularitas dan akseptabilitas Herman belum signifikan. Selain itu, juga karena secara fisik Herman masih berada di luar Maluku.

“Kandidat yang sudah keluar secara fisik saja belum signifikan angka surveinya. Apalagi pak Herman yang belum hadir secara fisik. Tapi yang pasti, kami sudah kencangkan konsolidasi,” akuinya.

Matdoan juga belum memastikan Herman dan Abdullah Vanath berpasangan. Akronim nama maupun atribut yang banjir di media sosial, merupakan keinginan dan aspirasi dari masyarakat yang menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi Herman.

“Masyarakat yang mengawinkan pak Herman dengan Vanath. Aspirasi masyarakat tetap menjadi bahan evaluasi dan masukkan untuk pak Herman dalam bersikap,” pungkasnya.

TERLALU DINI
Pengamat politik Universitas Darusalam (Unidar) Ambon, Ali Roho Talaohu mengatakan, masih terlalu dini mengklaim kotak kosong. Pasalnya, balon gubernur maupun wagub yang muncul saat ini masih butuh modal kemampuan maupun ekonomi untuk mendongkrak popularitas sehingga dilirik partai politik.

“Terlalu dini mengklaim baahwa Pilkada Maluku ada kemungkinan kotak kosong. Karena balon (bakal calon) yang bermunculan akhir-akhir ini mempunyai kemampuan dan rekam jejak pernah mendapatkan rekomendasi,” kata Ali.

S)elain itu, dinamika parpol saat ini, kata dia, cukup terbuka sehingga memungkinkan pasangan calon mendapatkan rekomendasi. ”Kemudian, parpol-parpol memiliki perbedaan kepentingan secara praktis, sehingga kemungkinan satu orang (satu paslon) mendapatkan semua rekomendasi, itu hampir mustahil,” jelasnya.

Menurut dia, isu kotak kosong yang diadakan, merupakan strategi dari kandidat tertentu saja. ”Itu bagian dari strategi politik bakal calon. Dalam politik, wajar membangun opini. Karena itulah dinamika,” tukasnya.(TAB

Most Popular

To Top