Polisi Narkoba Jadi Prioritas – Ambon Ekspres
Amboina

Polisi Narkoba Jadi Prioritas

AMBON, AE–Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku, masih terus melakukan penyidikan guna menuntaskan kasus tindak pidana narkotika empat oknum Polres Buru. Surat perintah dimulai penyidikan (SPDP), juga sudah diserahkan kepihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Empat oknum polisi itu yakni Brigpol WM alias Wardi sebagai bandar dan tiga pengedar Bripka GS alias Gunawan, Brigpol NRS alias Noer dan Bripka AP alias Abas. Tak hanya empat oknum itu Bripka FY alias Faizal, yang kini masih berstatus sebagai saksi juga masih dalam pengawasan ketat Propam maupun Direktorat Resnarkoba.

“Kasus narkotika yang melibatkan empat oknum anggota polisi yang bertugas di Polres Buru, termasuk Bripka FY alias Faizal, masih sementara berjalan. Bripak FY alias Faizal kini masih berstatus diamankan,” kata Wadir Resnarkoba Polda Maluku, AKBP Edwan Syaiful kepada koran ini, Rabu kemarin.

Menurut dia, pihaknya, telah mengirimkan SPDP keempat tersangka ke jaksa. “SPDPnya sudah dikirim tadi (Rabu) sekitar pukul 14.00 WIT kepada JPU yang dipimpin oleh salah satu perwira dari Ditresnarkoba Polda Maluku,” jelas dia.

Dikatakan, SPDP yang dikirim ke JPU Kejati Maluku hanya untuk empat orang tersangka yang kini masih mendekam di rutan Polda Maluku. “Kami tetap akan usut tuntas kasus ini. Saksi yang sudah kami periksa sekitar enam orang. Kasus ini masih terus kita dalami. SPDP itu hanya untuk empat orang yang sudah dijadikan tersangka sementara satunya belum,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh mengatakan, Bripka FY alias Faizal masih dalam pengawasan propam maupun ditresnarkoba. “Yang bersangkutan masih sebagai saksi untuk keempat orang rekannya yang kini sudah jadi tersangka. Bripka FY sudah diamankan dan masih dalam pengawasan. Statusnya saksi dan belum dinaikan sebagai tersangka,” kata dia.

Belum dinaikkan status Bripka FY sebagai tersangka itu, lantaran tidak ada barang bukti. “Masih didalami terus kasus narkotika ini, termasuk juga peran dia dalam kasus ini,” jelas dia.

Disinggung soal sanksi yang akan diberikan kepada oknum anggota polisi ini, juru bicara Polda Maluku ini menambahkan, sanksi tegas pasti akan diberikan. Namun semua itu tergantung hasil putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Sanksi pasti diberikan. Namun sampai ketingkat PTDH itu semua tergantung putusan dari pengadilan. Saat ini pidana umumnya masih jalan. Nah setelah itu baru disiplin dan kode etik dilakukan secara internal,” paparnya.

Ditambahkan, keempat oknum polisi itu dijerat UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(AHA)

Most Popular

To Top