Terorisme Musuh Bersama – Ambon Ekspres
Amboina

Terorisme Musuh Bersama

AMBON, AE.––Penanganan terorisme di Indonesia, butuh kerjasama seluruh stakeholder. Tak terkecuali, peran media massa yang dianggap strategis dalam upaya pencegahan bibit terorisme.
Menyadari hal itu, Badan Nasional Penangulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Provinsi Maluku menyambangi beberapa media massa cetak maupun elektronik di Kota Ambon, salah satunya Ambon Ekspres.

Ketua FKPT Maluku, Ibrahim Ulluputy menjelaskan, FKPT merupakan wadah di daerah-daerah yang dibentuk sebagai perpanjangan tangan dari BNPT. “FKPT dibentuk di daerah dan forum ini fokus kerjanya lebih pencegahan terorisme seperti yang kami lakukan yakni sosialisasi mencegah paham radikalisme dan terorisme,” ungkap Ulluputy didampingi rombongan FKPT dan perwakilan BNPT saat bertandang ke Ambon Ekspres, Rabu (29/3).

Diakuinya, FKPT kerja tidak bisa sendiri karena berbagai keterbatasan. Upaya pencegahan yang menjadi fokus kerja, butuh partisipasi seluruh pihak termasuk media massa. “Kami berharap partisipasi media massa, karena FKPT bersifat sosialisasi. Kita berkeinginan agar media massa mendukung sosialisasi. Apalagi, media massa merupakan sarana utama dan strategis dalam mencegah aktivitas teroris,” tuturnya.

Dirut Ameks, Machfud Waliulu mengatakan, penanggulangan teroris di Indonesia, bukan masalah BPNPT atau FKPT. Tapi ini menjadi masalah bersama, termasuk Ambon Ekspres. “Masalah teroris adalah masalah kita seluruhnya. Tidak ada kenyamanan abadi selama ada gerakan terorisme. Kita tidak ingin hidup dihantui ketakutan. Karena itu menanggulangi terorisme menjadi tanggungjawab bersama,” kata Machfud.

Ameks, kata Machfud, terbentuk dari proses konflik SARA tahun 1999 lalu. Hal ini menjadikan Ameks menjadi media massa yang selalu membawa berita-berita perdamaian. Peran Ameks untuk sosialisasi mencegah konflik dan paham radikalisme serta terorisme terus dilakukan.

“Selama ini, Ameks memainkan peran dalam melakukan sosialisasi dan menginfomasikan seputar penanggulangan teroris. Kami siap mendukung apa yang dilaksanakan FKPT. Kita berharap Maluku tidak lagi dilanda konflik atau situasi yang menggangu keamanan masyarakat,” tandasnya.

ANTISIPASI BERITA HOAX
Sementara itu, fenomena berita hoax yang beredar di media sosial bahkan terjangkit ke media massa, kini menjadi ancaman bagi berkembangnya paham terorisme. Mengantisipasi hal tersebut, BNPT secara simultan melakukan pencegahan melalui pelatihan bagi komunitas media massa dan kalangan umum. “BPNT melakukan kerjasama dengan Dewan Pers.

Kami mencoba untuk membuat pedoman peliputan terorisme yang sudah diterapkans sejak tahun lalu. Kini, kami juga mengajak media massa dalam kerja pemberitaan mengantisipasi informasi hoax.

Hoax menjadi sarana bagi kelompok teroris baik itu ISIS, teroris Asia maupun teroris dalam negeri. Penyebaran hoax sebagai sarana rekrutmen anggota terorisnya,” ungkap salah satu perwakilan BNPT yang turut hadir dalam kunjungan ke Ameks.

Sebagai tindak lanjut, kata dia, pihaknya akan menggelar diskusi di Kota Ambon (hari ini) terkait penyebaran hoax di medsos dan media massa. Melalui antisipasi itu, diharapkan ada sinergitas antara BNPT, FKPT, dan media massa.

“Ini sudah menjadi konsentrasi bersama bukan saja masyarakat pers, tapi sudah menjadi masalah dunia, diharapkan kita akan berdiskusi mencari solusi dan membangun kesamaan antara pers, BNPT dan FKPT dalam membantu pencegahan terorisme,” tutupnya.(SAT)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!