Gubernur Kirim Ulang Tim ke Romang – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Gubernur Kirim Ulang Tim ke Romang

AMBON, AE.––Gubernur Maluku Said Assagaff menegaskan, sampai saat ini Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 70 tahun 2017, tanggal 16 Februari 2017 tentang Penghentian Sementara Kegiatan operasi tambang emas PT Gemala Borneo Utama (GBU) di Pulau Romang Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) masih tetap berlaku.

Keputusan itu, akan dicabut bila sudah ada hasil kajian dari tim bersama yang melibatkan inspektur pertambangan, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta Universitas Pattimura Ambon. “Tidak ada yang saya cabut sebelum ada hasil yang benar ke saya. Itu (SK) masih berlaku,” kata dia kepada Ambon Ekspres usai pelaksanaan sholat Jumat, dipelataran Mesjid Raya Al Fatah, Ambon, kemarin.

Menurut dia, dalam waktu dekat ini, akan ada tim bersama yang terdiri dari dua kementerian dan inspektur pertambangan serta Universitas Pattimura itu, turun ke Pulau Romang. “Jadi direncanakan nanti tanggal 4 April akan ada pesawat ke Tiakur, MBD. Maka tim dari Kementerian ESDM, LHK, Inspektur tambang yang didampingi Unpatti, turun kesana dan hasilnya baru saya anggap sah,” jelas dia.

Assagaff menambahkan, sepanjang hasil itu belum ada dari tim bersama, maka penutupan sementara pengoperasian perusahaan tambang tersebut masih tetap berjalan. “Kemarin waktu saya dapat informasi itu (pernyataan kadis, red), saya langsung marah yang bersangkutan. Ini kepentingan masyarakat, makanya saya mau yang jelas,” tegas dia.

Meski begitu, lanjut dia, bila hasil dari kinerja tim nanti mengatakan, tidak terjadi kerusakan lingkungan, maka PT GBU akan diizinkan beroperasi lagi. Namun jika hasilnya ternyata ada pencemaran lingkungan, maka PT GBU tetap akan ditutup. “Kita tunggu hasil dari tim yang akan turun tanggal 4 ini, seperti apa,” terangnya.

Terpisah anggota Komisi B DPRD Maluku, Abdullah Marasabessy mengatakan, pihaknya akan mendukung langkah gubernur untuk kembali menurunkan tim ke Pulau Romang. Hal itu guna membuktikan ada tidaknya pencemaran lingkungan dikawasan tersebut. “Kalau memang nantinya ada tim bersama yang ada turun kesana (Romang, red), saya kira ini hal yang sangat positif. Kenapa ? Karena ini untuk kepentingan bersama. Dan memang sesuai hasil rapat koordinasi kita mestinya seperti itu (tim turun lagi red),” kata dia terpisah.

DPRD terutama komisi B, lanjut dia, memiliki keinginan untuk turun langsung ke Pulau Romang dengan tim dari Unpati, kementerian ESDM, Kementerian LHK dan inspektur pertambangan. “Hasil penelitian itu memang tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan harus dilakukan secara bersama-sama sesuai dengan yang disampaikan pak gubernur. Dan kita juga mau untuk turun bersama-sama, sehingga bisa saksikan secara langsung. Biar kita puas,” jelas dia.

Kendati demikian, Marasabessy juga menyayangkan pernyataan yang dilontarkan Kadis ESDM kepada media massa, terkait peroperasinya perusahan tambang tersebut. “Mestinya ibu kadis laporkan kepada pak gubernur sebagai atasannya langsung, baru kemudian pak gubernur yang sampaikan. Bukan seperti yang terjadi saat ini. Akibatnya menimbulkan polemik baru. Nah itu yang sayangkan,” kuncinya.

Untuk diketahui sebelumnya, Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku, Martha Nanlohy mengatakan, PT GBU bisa kembali beroperasi. Hal itu setelah hasil kajian dari inspektur tambang dan tim bentukan Pemprov Maluku, tidak ditemukan pencemaran.(AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!