Kelengkapan Kapal Harus Diperiksa – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Kelengkapan Kapal Harus Diperiksa

AMBON, AE–Pemusnahan kapal pelaku penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) akan dilakukan Sabtu (1/4) hari ini di perairan Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Ada dua kapal yang akan dimusnahkan dengan cara diledakkan. Masing-masing MV Sino 35 dan MV Sino 26.

Namun berembus kabar kalau bagian-bagian kapal milik perusahaan PT Sino Indonesia Shunlida Fishing ini ada yang sudah hilang dijarah tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. Padahal, berdasarkan pada putusan Mahkamah Agung RI, mengisyaratkan bahwa barang bukti secara keseluruhan dirampas untuk dimusnahkan.

Pengamat hukum ahli pidana dari Universita Pattimura Ambon, Jhon Pasalbessy kepada koran ini via selulernya, Jumat (31/3) menyatakan, langkah eksekusi harus dilakukan secara utuh dan tidak bolah kurang. Karena kalau ada bagian-bagian kapal yang hilang maka itu sangat kontroversial. “Kalau seperti itu ya, harus utuh dong kan ada putusan hukumnya. Dan itu dinilai kontroversial,” papar Pasalbessy.

Menurutnya, jaksa selaku eksekutor nantinya harus lebih intens dalam melihat ke dalam fisik dari barang bukti tersebut. Karena langkah eksekusi yang dilakukan berdasarkan pada perintah UU melalui salinan putusan atas kasus yang dimaksud. “Bunyi putusannya bagaimana, itu yang harus dilakukan karena itu perintah UU bagi jaksa selaku tim eksekutor,” tandasnya.

Sementara itu, Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulete menandaskan, pemusnahan barang bukti atas kasus illegal fishing di Laut Arafuru itu akan dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti dan Direktur TPUL pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Soal fisik barang bukti nya yang diduga berdasarkan informasi tidak utuh alias barang dalamnya yang sudah dipreteli harus dicek terlebih dahulu kebenarannya. “Yang pastinya, saya belum tahu karena eksekutornya ada pada Kejari Ambon dan informasi soal kelengkapan kapal yang sudah berkurang harus dicek terlebih dahulu kebenarannya,’’ terang dia.

Dia menandaskan, Kejari Ambon selaku eksekutor berdasarkan KUHAP telah berkoordinasi dengan Komando Armada RI Kawasan Timur Lantamal IX Ambon untuk dilakukan eksekusi pemusnahan barang bukti MV Sino 35 dan MV Sino 26. “Lantamal IX Ambon juga akan mendukung sepenuhnya eksekusi barang bukti tersebut,” ucap Samy kepada wartawan, di ruang pers Kejati Maluku.

Ia menjelaskan, kasus illegal fishing dengan barang bukti kapal asing yang berkedudukan di Merauke Provinsi Papua tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) berdasarkan putusan MA RI Nomor 2485K/PID.Sus/2015, tanggal 18 Juli 2016 atas terpidana I Gou Xianging dan terpidana II Yuri Prasetya, serta putusan MA Nomor 2563K/PID.Sus/2015, Tanggal 13 Juli 2016 atas terpidana I Chen Xianqi dan terpidana ll Fadlan Latukau.

“Perkara illegal fishing dengan barang bukti MV Sino 35 dan MV Sino 26 telah inkrach oleh putusan MA. Dalam salinan putusan MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Ambon. Yakni, hukuman pidana penjara selama dua tahun, dan denda masing-masing sebesar Rp 1 miliar,” jelas Samy.(MG1)

Most Popular

To Top