Morits Harus Berani – Ambon Ekspres
Ragam

Morits Harus Berani

AMBON, AE.––Tudingan dugaan suap Rp 5,4 miliar kepada oknum jaksa dilingkup Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku masih jadi tanda tanya kalangan publik. Pasalnya tudingan yang disampaikan Morits Latumeten selaku penasehat hukum dua terdakwa, Hence Abraham Toisuta dan Petro Ridolf Tentua itu terbilang sangat kontroversial.

Tudingan kepada oknum jaksa itu dilontarkan Morits kepada koran ini, Rabu (29/3) berkaitan dengan proses penanganan perkara dugaan korupsi dan TPPU pengadaan lahan dan gedung kantor cabang PT Bank Maluku dan Malut di Surabaya tahun 2014 senilai Rp 54 miliar. Dia menyebutkan penanganan kasus ini terkesan tebang pilih dan terindikasi dugaan suap Rp 5,4 miliar oleh pemilik lahan dan gedung di Surabaya, Costarito Tee kepada oknum jaksa.

Dia juga mengaku, tengah menyusun laporan atas dugaan tersebut untuk dilporkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan Komisi III DPR RI termasuk rangkaian penyidikan serta fakta sidang yang terungkap dalam persidangan yang juga akan dilaporkan secara bersamaan.

Terhadap statemen tersebut, Kepala Kejati Maluku, Manumpak Pane dengan lantang menantang Morits untuk menyerahkan data tersebut kepada kejaksaan agar diproses. “Ya, baiknya kami sarankan agar penasehat hukumnya dapat memberikan data kepada kami agar tudingan tersebut akan dilihat dan diproses,” tegas Kajati kepada Ambon Ekspres, Kamis (30/3).

Direktur LIRA Maluku, Jan Sariwatin kepada koran ini menegaskan, apapun dugaan terhadap suatu indikasi perbuatan hukum baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun pihak penegak hukum harus ditindak. Oleh karena itu, penasehat hukum dua terdakwa korupsi Bank Maluku Surabaya itu harus lebih konsisten dan berani untuk mengupas atau membuka dugaan tindakan jaksa nakal dalam penanganan perkara korupsi.

“Yang kami harapakan agar pihak penasehat hukum harus prinsip dengan pernyataanya dan juga berani untuk menjawab tantangan dari pak Kajati Maluku. Karena peringatan dari kajati dapat membuka jalan untuk membuktikan dugaan yang disuarakan oleh penasehat hukum,” pintah Sariwatin.

Dia juga berharap agar proses penanganan terhadap dugaan oknum jaksa yang sengaja menciderai institusi kejaksaan dengan cara-cara yang tidak baik harus diusut dan diberi sanksi tegas. “Ini institusi dan harus ditegakan aturanya secarah baik dan bijak serta memberikan sanksi kepada oknum-oknum yang diduga perbuatanya menciderai institusi tersebut,” kata Jan.

Terpisah, praktisi hukum Hendrik Lusikooy kepada koran ini berharap agar Morits berani dalam menjawab tantangan jaksa. Karena pernyataan tersebut bukan hanya kepada oknum tapi sebaliknya institusi Kejati Maluku.

“Morits harus berani untuk membuka dugaan tersebut. Karena yang diserang tetap institusi walapun yang dinyatakan oknum jaksa. Karena jaksa juga akan menuntut hal yang sama. Apakah pernyataan dugaan tersebut benar ataukan tidak. Dan itu sudah terpublis. Apalagi sudah diketahui kalanggan publik,” tegas Hendrik.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette mengatakan, hingga saat ini pihak Kejati Maluku masih menunggu Morits untuk menyerahkan data kepada Kejati Maluku. “Sesuai pernyatan pak kajati, memberikan saran kepada Morits agar menyerahkan data kepada kita untuk diproses. Dan kami tunggu saja,” kata Samy.(MG1)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!