Keunggulan Rentanubun Jadi Acuan – Ambon Ekspres
Politik

Keunggulan Rentanubun Jadi Acuan

AMBON, AE.—Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun memiliki keunggulan sebagai balon wakil gubernur yang memungkinkan dia dipilih oleh Said Assagaff. Meski begitu, Andre punya beberapa kelemahan yang bisa menjadi senjata bagi kandidat lawan untuk menjatuhkannya.

Pengamat politik Universitas Pattimura (Unpatti) Johan Tehuayo menilai, sosialisasi yang dilakukan oleh tim Rentanubun melalui atribut saat ini untuk membangun opini publik. Hal itu dilakukan agar popularitas dan elektabilitasnya mengalami peningkatan.

Akan tetapi secara politis, menurut Tehuayo, dapat dimaknai dari dua sisi. Atribut sosialisasi, seperti baliho, spanduk dan stiker yang telah menggunakan foto Assagaff dan Rentanubun, kemungkinan karena sudah ada kesepakatan antara keduanya untuk berpasangan.

“Pertama, yang dilakukan oleh timsus (tim sukses) pak Andre merupakan kesepakatan politik atau komunikasi politik yang efektif antara keduanya. Sehingga, dapat meningkatkan elektabilitas dan popularitas dari kedua pasangan calon serta dalam rangka mempublikasikan kepada publik, bahwa keputusan politik terkait dengan penentuan Wakil memang sudah dilakukan oleh petahana dengan memilih pa Andre sebagai bakal calon wakil gubernur,” kata Tehuayo kepada Ambon Ekspres, Senin (3/4).

Kemungkinan lainnya, ungkap dia, hal itu dilakukan karena ada banyak bakal calon wakil gubernur yang sudah membangun komunikasi dengan Assagaff. Sehingga, semuanya diberi kesempatan yang sama untuk mensosialisasikan diri, dan kemudian mereka disurvei.

“Karena penentuan wakil juga turut berpengaruh terhadap peningkatan perolehan suara. Dan mekanismenya harus melalui kesepakatan parpol Golkar, dalam konteks ini kesepakatan elit Golkar baik di lokal maupun nasional. Sehingga keputusan politik terkait dengan Wakil belum ditentukan,” jelasnya.

PELUANG DIPILIH
Terlepas dari kedua prespektif itu, kata Tehuayo, Rentanubun memiliki peluang untuk dipilih oleh Assagaff sebagai balon wagub. Bila jadi berpasangan, peluang menang mereka juga terbuka lebar. “Kalau seandainya Andre menjadi wakil gubernur, maka kemungkinan untuk memperoleh dukungan publik juga sangat tinggi. Karena kapasitas pa Andre mewakili etnis Tenggara yang memiliki jumlah pemilih yang signifikan,” kata dia.

Sementara itu, Rentanubun juga memiliki beberapa keunggulan lainnya yang menjadi modal bagi dia untuk bertarung. Dari aspek figuritas, Rentanubun merupakan Bupati Maluku Tenggara dua periode. “Secara politik dan ekonomi serta kultural, pa Andre memiliki keunggulan bila dikomparasikan dengan yang lain.

Secara politik merupakan figur petahana bupati dua priode di Maluku Tenggara. Itu menunjukkan bahwa masyarakat akan memberikan dukungan politik pada saat pilgub kedepan,” paparnya.

Sedangkan modal ekonomi, menurut Tehuayo, pasti juga telah dimiliki Rentanubun. Karena itu, ia memilih mensosialisasikan diri secara massif lebih awal dari balon wagub lainnya. Dalam pemilihan pilkada secara langsung ini, lanjut dia, modal ekonomi masih menjadi faktor penentu utama kemenangan calkada.

Namun, harus didukung dengan figuritas kandidat yang kuat. “Secara ekonomi, dia memiliki modal ekonomi yang cukup untuk mempengaruhi sikap politik masyarakat di Maluku Tenggara dan secara kuktural dia jugs memiliki akseptabilitas yang baik,”ungkapnya.

PELUANG MENANG
Selain itu, Rentanubun juga berpengalam mengelola pemerintahan selama dua periode. Jika kolaborasi keunggulan ini dikelola dengan baik, dapat meringkan langkah Rentanubun jadi wakil gubernur. Tapi sangat tergantung dari calon gubernurnya.

“Berbagai keunggulan itulah yang kemungkinan kedua pasangan ini bisa menang. Asalkan dapat dikelola dengan baik. Tapi kalau ada figur lain yang mendapingi incumben selain Andre, juga memiliki peluang karena populariras petahana sangat tinggi,” papar akademisi FISIP Unpatti itu.

Dalam sejarah pilkada langsung di Maluku, khusus pilgub, petahana selalu memenangkan pertandingan. Antara lain, mantan gubernur Maluku dua periode, Karel Albert Ralahalu dalam Pigub Maluku 2008 berpasangan dengan Said Assagaff yang menang telak atas empat pasangan calon lainnya.

Petahana wakil gubernur, Said Assagaff juga menang Pilgub Maluku 2013. Ini disebabkan, kata Tehuayo, petahana memiliki seluruh sumber kekuatan, baik politik, sosial maupun ekonomi. “Sehingga siapapun wakilnya, akan berpeluang untuk menang karena incamben Golkar berbeda dengan petahana lainnya. Pengalaman pilkada di Maluku, petahana pada umumnya akan tetap berpeluang untuk menang,” tukasnya.

Meski demikian, seperti dituturkan Tehuayo, beberapa faktor bisa menjadi kelemahan Anderias, jika tidak dikelola dengan baik yakni, agama dan figur lain dari Tenggara Raya. Rentanubun pemeluk Katolik yang memiliki jumlah sekitar 42.604 dan Kristen Protestan 25.435 (Sensus 2010) di Maluku Tenggara.

Sementara secara keseluruhan Maluku, Kristen Protestan yang signifikan 41,40 persen dan Katolik hanya 6,76 persen penduduk. Sedangkan jumlah pemilih belum diketahui.

Menurut Tehuayo, faktor primordial keagamaan tidak dimobilisasi ke dalam hal politik praktis. Di Tenggara, justru faktor yang berpengaruh adalah etnisitas. Kelemahan berikutnya, kata dia, munculnya figur balon wagub lain seperti ketua DPRD Maluku Edwin Adrian Huwae, Mercy Barends, Barnaba Orno. Sedangkan balon cagub yang juga dari Tenggara yakni Herman Koedoeboen dan Komarudin Watubun.

Wakil sekretaris DPD Golkar Maluku bidang legislatif, yudikati dan hubungan politik, Max Hehanussa menilai, Rentanubun punya cukup pengalaman dan kemampuan sebagai wakil gubernur. Sehingga, menurut dia, Assagaff harus mempertimbangkan bupati Malra itu sebagai salah satu bakal calon wakilnya.

“Saya kira banyak kader Golkar yang berkeinginan untuk berpasangan dengan pak gubernur. Salah satunya yang mempunyai pengalaman dan kemampuan memimpin adalah pak Andre. Beliau punya pengalaman di birokrasi,” kata Hehanusa.

Kedekatan Rentanubun dengan Assagaff juga akan menjadi pertimbangan. Terutama dalam konteks pemerintahan yang selama ini terbangun antara kedua kepala daerah, sejak Assagaf masih menjabat wagub Maluku. Akan tetapi, lanjut dia, partai Golkar punya mekanisme internal dalam penentuan calon gubernur maupun wakil gubernur. Salah satunya, survei popularitas, elektabilitas dan akseptabilitas.(TAB)

Most Popular

To Top