Usulkan Peneliti Internasional – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Usulkan Peneliti Internasional

AMBON, AE–Ketidakpastian tentang kandungan merkuri di Pulau Romang Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) akibat eksplorasi emas oleh PT Gemala Borneo Utama (GBU) membuat Bupati Barnabas N Orno merasa tidak tenang.

Karenanya, dia meminta agar perlu adanya tim investigasi yang kapabel dari lembaga internasional yang menangani tentang kesehatan dan lingkungan hidup untuk melakukan penelitian agar tidak merugikan masyarakatnya di Pulau Romang, di MBD maupun masyarakat Maluku pada umumnya.

Kepada wartawan via selulernya, Orno mengatakan, ada pebedaan yang mencolok dari hasil investigasi tim Unpatti dengan hasil yang dilaporkan inspektur pertambangan Kementerian ESDM.

Tim pertama dari Unpatti melaporkan bahwa kandungan merkuri di Pulau Romang sudah mencapai 60,79 persen. Sementara dari inspektur pertambangan Kementerian ESDM, tidak ditemukan sama sekali adanya kandungan merkuri.

Karena itu, Orno meminta agar Gubernur Maluku Said Assagaff harus mengambil sikap. ”Jika masyarakat masih juga belum percaya hasil penelitian dari inspektur pertambangan dan pak gubernur sendiri juga masih bingung, saya rasa perlu untuk menghadirkan tim investigasi yang independen dari lembaga internasional untuk menyelidiki kandungan merkuri di Romang. Ini perlu agar tidak ada polemik yang terjadi. Dan masyarakat bisa tenang serta bisa menjamin investasi,” jelasnya.

Ditambahkan, permintaan ini disampaikan ke Gubernur Maluku karena hal ini menjadi kewenangan provinsi. ”Jika kewenangannya ada di kabupaten, tentu saya sudah lakukan ini. Yang terpenting hasilnya bisa menjamin dan terpercaya. Dan jika sampai ada yang masih meragukan lagi, maka yang bersangkutan silahkan saja langsung menanyakannya kepada Tuhan di surge,” katanya berseloroh.

Dia mengatakan, sampai saat ini dirinya juga masih terganggu terkait kandungan merkuri tersebut. ”Saya sendiri masih bingung karena memang awam soal hal ini. Apalagi masyarakat. Tapi jika dibandingkan, kandungan merkuri yang ditemukan tim Unpatti di Pulau Romang sudah melebihi kandungan merkuri di Gunung Botak Pulau Buru yang jumlahnya 20 persen. Padahal jelas-jelas pengelolaan emas di Gunung Botak menggunakan merkuri;” ujarnya.

Dengan kandungan 20 persen di Pulau Buru saja, lanjut dia, ada buaya yang sudah mati. ”Kandungan 20 persen saja ada buaya yang mati. Kalau sampai benar di Romang kandungannya mencapai 60,79 persen, maka mungkin saja di sana sudah tidak ada lagi makhluk hidup. Apalagi yang berada di lokasi tambang yaitu di Hila. Tapi kan sampai saat ini tidak ada apa-apa,” herannya.

Orno juga menegaskan, jika kandungan merkuri sebanyak hasil analisa tim Unpatti, maka bisa saja selain masyarakat di Romang, masyarakat di Pulau Kisar dan Wetar, bahkan masyarakat MBD sudah terkena dampaknya. ”Saya dulunya juga mau makan ikan di MBD saja sudah sangat hati-hati,” ujarnya.

Dirinya menegaskan, sudah mendapat tembusan laporan hasil investigasi inspektur pertambangan Kementerian ESDM yang sudah diuji di laboratorium bersetifikat. ”Saya yang awam diberikan penjelasan oleh inspektur pertambangan bahwa tidak ada kandungan merkuri di Pulau Romang,’’ kata dia.

Menurut dia, hasil investigasi inspektur pertambangan tentunya sudah diterima juga Gubernur Maluku. Laporan ini, tambahnya, mematahkan analisa pertama yang dilakukan tim Unpatti. Tapi yang jelek, kabar soal merkuri ini sudah telanjur menyebar dan akhirnya membawa dampak negatif bagi MBD.

”Saya ketemu dengan berbagai investor termasuk investor perikanan untuk membangun perikanan di MBD, tapi yang mereka persoalkan itu bagaimana dengan kandungan merkuri. Ini khan sangat meruigikan daerah dan masyarakat kita,” kesalnya.

Olehnya itu, kata dia, untuk lebih memastikan lagi tentang kandungan merkuri di Romang, ada baiknya Gubernur Maluku mendatangkan saja tim independen dari lembaga internasional. Dengan demikian dapat menjadi jaminan dan daerah serta masyarakat tidak dirugikan.

”Yang ada di Pulau Romang itu semuanya bersaudara. Sebaiknya persoalan ini dibicarakan dengan baik-baik secara kekeluargaan dengan cara duduk satu meja. Tidak ada gunanya saling bertikai,” imbuhnya.

Orno juga berpesan kepada kelompok Save Romang dan masyarakat Romang baik yang pro maupun kontra untuk tetap berbesar hati. ”Saya tahu apa yang saudara-saudara perjuangkan itu baik adanya.

Tapi hendaknya kita berbesar hati dan bersabar karena soal perizinan pertambangan itu semuanya sudah diatur di dalam undang-undang. Yang terpenting adalah bagaimana agar memastikan kandungan merkuri di Pulau Romang. Ini hal yang urgen, agar tidak membahayakan kita bersama,” pungkas dia.(KIE)

Click to comment

Most Popular

To Top