Gus Solah: Pondok Pesantren Bukan Ladang Terorisme – Ambon Ekspres
Amboina

Gus Solah: Pondok Pesantren Bukan Ladang Terorisme

AMBON, AE.––Kerukunan umat beragama di Maluku, menjadi topik dialog dalam kegiatan peluncuran Pondok Pensatren (Pompes) Tebuireng 11, Cabang Ambon.

Selaku Pembina Pompes Tebuireng, KH Salahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Solah menegaskan, pondok pesantren bukan ladangnya terorisme.

Hal ini disampaikan sebelum membuka sesi dialog bersama para pemuka agama terhadap peluncuran Pompes Tebuireng 11 serta launching Gerakan Madrasah dan Pondok Pesantren Menabung oleh Kantor Wilayah Agama provinsi Maluku, Rabu (4/4).

“Yang sering mengatasnamakan Pondok Pesantren seperti itu adalah orang yang tidak paham. Kalau untuk masalah teroris, mungkin ada oknum 1 atau 2 orang yang harus diwaspadai. Dan kita harus bekerja sama untuk mencoba menjelaskan terorisme bukan perintah agama,” tandas Gus Solah.

Adik Kandung Gus Dur ini menilai, pondok pesantren sering dikait-kaitkan dengan terorisme. Akan tetapi, setiap pondok pesantren, khususnya Pompes Tebuireng, tidak mengajarkan tentang terorisme. Karena terorisme tidak pernah diajarkan dalam pesantren Tebuireng.

Akan tetapi ini juga akan menjadi tanggung jawab pesantren untuk mengajarkan kenapa sampai terorisme itu dilarang. Sehingga nantinya bisa diteruskan kepada para napi yang telah menjalani hukuman akibat tersandung kasus teroris.

Begitupun bagi para pelaku teroris yang sudah menjalani hukuman agar tidak kembali melakukan hal yang sama di kemudian hari. “Kita berkewajiban untuk mengajarkan kawan-kawan yang sudah terbawa dengan ajaran itu. Terutama yang ada di dalam penjara. Ketika keluar, jangan sampai kembali kepada jalan atau kelompok mereka. Dan ini harus diwaspadai,” pesannya.

Menurutnya, dari ilmu yang didapatnya, jumlah pesantren di luar Pulau Jawa masih kurang. Sehingga dirinya melakukan koordinasi dengan teman-temannya di sejumlah daerah. Dan berhasil mewujudkan mimpinya untuk membuka Pondok Pesantren Tebuireng di Kota Ambon.

“Saya itu belajar statistik. Maka diketahui jumlah pesantren di luar Jawa itu kurang. Dan menurut saya itu perlu ditingkatkan. Makanya coba kita koordinasi untuk wujudkan hal itu. Dengan membuka pendaftaran bagi yang ada di Maluku maupun dari luar Maluku.

Dengan harapan ingin memberikan kepada ilmu yang bermanfaat bagi generasi muda,” tutur mantan anggota MPR era reformasi 1998 ini.

Disisi lain, Kepala Kanwil Kemenag Maluku, Fesal Musaad menambahkan, kehadiran Pompes Tebuireng akan menjadi bagian dari Madrasah Maluku. Dimana substansi dari Madrasah, ingin mencapai generasi muda Maluku yang moderat dan memahami perbedaan dalam kemajemukan dunia.

“Tentu setelah peluncuran dan pembangunan Pompes Tebuireng akan ada pertukaran guru pesantren dari Jombang. Dalam konteks peningkatan pondok pesantren yang bisa membawa masyarkat Maluku menjadi cerdas dengan mengedepankan Islam yang moderat dan berkontribusi terhadap pembangunan negara Indonesia khususnya Maluku,” terang Musaad.

Menurutnya, lokasi Pompes Tebuireng akan dibangun di kawasan Wara Air Kuning Kecamatan Sirimau, Ambon. Pompes ini juga akan menerima para santri dari dalam daerah maupun luar daerah. Bahkan bisa menampung para generasi muda yang memiliki keterbatasan ekonomi. Sehingga tidak membatasi generasi muda dalam menuntut ilmu.

‘’Mau dari luar Maluku dan dari dalam juga bisa mendaftar. Dan ktia tetap membuka di wara Air Kuning. Dengan langkah gerakan Madrasah menabung, sehingga bisa meningkatkan masyarakat Maluku yang lebih baik. Dan dengan gerakan siswa menabung tidak ada anak putus sekolah karena alasan ekonomi,” pungkasnya.(ISL)

Most Popular

To Top