SMF Jajaki Penyaluran KPR di Ambon – Ambon Ekspres
Amboina

SMF Jajaki Penyaluran KPR di Ambon

AMBON, AE.––Salah satu upaya pemerintah mendorong pembangunan perumahan yang layak bagi masyarakat dengan penghasilan rendah adalah menyediakan pembiayaan lewat penyaluran pinjaman KPR yang dijajaki PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).

Perusahaan yang didirikan sejak 2005 dibawah Kementerian Keuangan RI ini merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus perumahan yang ingin bersinergi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) di setiap daerah, termasuk Kota Ambon, Maluku.

Perusahaan ini ingin memberikan kontribusi positif bagi perekonomian negeri, utamanya dalam usaha menyediakan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Kota Ambon. “Kita berencana memperluas segmen penyaluran pinjaman KPR di seluruh Indonesia, khususnya Kota Ambon.

Tentu dengan bersinergi dengan BPD yang ada di daerah ini. Untuk itu, tugas kami saat ini bagaimana mengajak seluruh BPD di Indonesia untuk berpartisiapsi menyalurkan KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kita langsung menyalurkan ke pihak penyalur KPR, yakni bank umum, bank syariah, BPD dan perusahaan multifinance,” kata Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo saat berkunjung ke Graha Ambon Ekspres, Kamis (6/4).

Dia juga mengatakan kerjasama pembiayaan KPR dengan menggandeng BPD, selain sebagai tolak ukur keberhasilan SMF dalam menyalurkan KPR, juga untuk mendorong pembangunan perumahan di berbagai daerah.”BPD punya peran penting dalam penyaluran KPR berbagai daerah karena cenderung BPD lebih mengenal karakteristik di daerahnya masing-masing. Jadi ini tergantung BPD di Maluku juga. Jika bersedia kita akan bersama menyalurkan pinjaman untuk KPR bagi masyarakat penghasilan rendah,” ujarnya.

Selain itu, belum banyak BPD yang menjadi penyalur BPR. Oleh karena itu, SMF akan terus melakukan kerjasama dengan BPD tersebut. Melalui program KPR BPD juga dilaksanakan standarisasi SOP, KPR, BPD, SMF bertujuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat seluruh Indonesia akan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi setiap keluarga Indonesia.

Program tersebut juga merupakan implementasi dari pilar ke 3 dari BPD regional champion, di mana BPD perlu memiliki program standarisasi serta memberi akses lebih luas kepada masyarakat setempat melalui penciptaan produk dan jasa yang samakin variatif dan unggul.

“Kami akan meningkatkan sinergi dengan BPD dalam meningkatkan volume KPR melalui refinancing KPR BPD dan memfasilitasi penertiban EBA melalui program sekuritisasi dengan underying KPR BPD. Dimana BPD akan saling bersinergi dan dapat menjadi regional champion yang kompetitif dan lebih berkontribusi terhadap perekonomian daerahnya,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya juga mendukung program yang dicanangkan pemerintah dalam menyediakan kebutuhan rumah bagi masyarakat, seperti program sejuta rumah. Selain itu, pihaknya juga aktif memberikan kontribusi dalam mendukung implementasi program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang dicanangkan pemerintah.

“Makanya, BPD Maluku kita ajak bekerjasama penyaluran KPR untuk masyarakat Ambon dan sekitarnya. Melihat selama ini, permintaan rumah per tahun 1,2 juta rumah sementara hanya mampu disuplai 400 ribu rumah. Tentu butuh waktu lama untuk bisa realisasikan kekurangan rumah tersebut,” terangnya.

Menurutnya, salah satu cara untuk mengurangi besarnya beban pemerintah dan swasta dalam mencapai pembangunan rumah dan menurunkan backlog, yaitu dengan mengimplementasikan UU No 4 tahun 2015 yang diharapkan sebagai sumber dana murah jangka panjang untuk mendukung pembangunan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Dalam implementasi Tapera, SMF berperan sebagai untermediator nagi bank-bank penyalur KPR dan mendukung inklusi yang lebih luas bagi para penyalur serta jumlah masyarakat yang berpartisiapsi dalam program Tapera terutama masyarakat berpenghasilan rendah bisa terlayani secara keseluruhan,” paparnya.

Dana yang telah mengalir melalui pasar modal ke penyalur KPR sampai 2016 mencapai Rp 27,4 triliun. Terdiri dari penyaluran pinjaman sebesar Rp 20,2 triliun dan sekuritis sebesar Rp 7,2 triliun. Dari dana yang dialirkan telah membiayai kurang lebih 570 ribu debitur KPR untuk 570 ribu rumah dari Aceh sampai Papua.

“Kami optimis dapat terus meningkatkan peran dalam usaha mendukung ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi setiap keluarga dan bisa memberikan kontribusi positif bagi perekonomian negeri,” harapnya.

Sementara, Direktur Ambon Ekspres, Nasri Dumula mengatakan, program penyaluran KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah ini diharapkan mampu membantu kebutuhan perumahan di Kota Ambon, Maluku. “Program ini tentu dapat mendukung program pemeritah daerah untuk membangun 1000 rumah bagi masyarakat dengan penghasilan rendah,” katanya.

Dia juga berharap, jika program ini dijalankan dengan kerjasama BPD Maluku, maka kebutuahan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah bisa terbantu bahkan menjadi solusi untuk tercapai target. “Tentu dengan SMF berusaha untuk berkontribusi melalui pemerataan pembiayaan perumahan secara nasional dan pendayagunaan penyalur KPR, melalui penyediaan dana jangka panjang yang terjangkau dan berkesinambungan. Secara tidak langsung bisa membantu memenuhi kebutuhan rumah di Indonesia, khususnya Maluku,” pungkasnya.(IWU)

Most Popular

To Top