Sakit Keras, 3 Koruptor Diistimewakan – Ambon Ekspres
Politik

Sakit Keras, 3 Koruptor Diistimewakan

AMEKS ONLINE,AMBON, -Sakit keras, tiga tersangka korupsi penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Seram Bagian (SBB), dijadikan tahanan kota. Sebelumnya mereka ditahan di rumah tahanan kelas II A, Waiheru, Ambon. Kini mereka bisa bebas.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), Leonard Silooy, Bendahara BPMD Amelia Hatayane dan mantan Bendahara BPMD Meggie Pattirane, disangkakan mencuri uang negara pada  tahun 2015 senilai Rp 1,9 miliar.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari SBB, Jino Talakua, tiga tersangka dialihkan ke tahanan kota setelah  tahap II di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku. yakni, penyerahan tiga tersangka beserta barang bukti dari Jaksa Penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Setelah dilakukan tahap II hari ini (kemarin, red), status tiga tersangka langsung dialihkan dari tahanan Rutan ke tahanan kota. Ketiga tersangka ini mengidap penyakit keras. Tersangka Silooy dan tersangka Amelia sakit jantung. Sedangkan tersangka Meggie sakit asma. Mereka butuh pemeriksaan medis secara rutin,” kata Talakua, kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku.

Ditahap penyidikan ini, lanjut Talakua, ketiga tersangka telah mengembalikan seluruh kerugian keuangan negara sebesar Rp 1,9 miliar kepada Jaksa Penyidik. “Pengembalian saat penyidikan. Sehingga tidak ada lagi kerugian keuangan negaranya. Dalam waktu dekat, sudah disidangkan. Sebab administrasi surat dakwaannya telah lengkap,” terang Talakua.

Pada tahun anggaran 2015, Kabupaten SBB melalui BPMD memberikan ADD bagi 92 desa se-Kabupaten SBB dengan total anggaran yang dicairkan sebesar Rp 1,9 miliar. Anggaran tersebut untuk pembayaran Gaji bagi 92 kepala desa atau raja di kabupaten setempat tahun 2015.

Sayangnya anggaran Rp 1,9 miliar itu bukan bersumber dari ADD, tapi dari APBD SBB. Saat itu anggaran untuk ADD belum ada. Dengan catatan, ketika ADD telah dicairkan ke rekening masing-masing kepala desa dan raja, masing-masing kepala desa maupun raja harus mengembalikan atau menggantikan dana APBD ke kas daerah.
Dari hasil penyelidikan dan penyidikan,  ternyata sebagian dana tersebut tidak disalurkan ke 43 kepala desa dari total 92 kepala desa di Kabupaten SBB. Terungkap bahwa anggaran untuk 43 kepala desa itu dipakai tersangka Leonard Silooy yang bekerja sama dengan tersangka Amelia Hatayane dan tersangka Meggie Pattirane untuk kepentingan dinasnya.

“Tahun 2015 sebanyak 92 kepala desa maupun raja di Kabupaten SBB masing-masing menerima gaji selama enam bulan sejak Januari – Juni sebesar Rp 3.600.000, dengan gaji per bulannya sebesar Rp 600 ribu. Dan terungkap bahwa sebanyak 43 kepala desa tidak menerima gajinya,” bebernya.

“Sebagian kepala desa maupun raja yang telah menerima gaji itu telah mengganti anggaran APBD ke kas daerah sebesar Rp 1,2 miliar. Sisanya Rp 700 juta belum dikembalikan oleh sebagain kepala desa maupun raja,” imbuhnya Talakua. (MG1)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!