Satu Pelaku Pengeroyokan Ditangkap

by
SAHDAN FABANYO/AMEKS TIM IDENTIFIKASI Polres Ambon melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), di lokasi bentrok antar Warga di Dusun Batu Koneng, kawasan jalan Syarnmual Desa Poka, Selasa (11/4). bontrok yang mengakibatkan satu tewas.

AMEKS ONLINE,AMBON– Upaya menuntaskan kasus perkelahian yang menewaskan Subhan Marasabessy pada Selasa (11/4), terus dilakukan pihak kepolisian. Dari hasil koordinasi bersama pihak Pemerintah Negeri Hitulama, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, polisi akhirnya mengamankan seorang pelaku. Dia diketahui berinisial ED.

Saat kejadian ED bersama beberapa rekannya datang ke lokasi kejadian untuk memasang plang tanda dilarang melakukan aktifitas pembangunan pada sebidang tanah yang disengketakan. Plang larangan dipasang atas perintah Raja Hitulama Lama, Salhana Pelu.

Kapolres Ambon AKBP Sucahyo Hadi kepada wartawan mengatakan saat ini sejumlah pihak juga sudah diperiksa terkait kasus tersebut.  ‘’Satu orang baru kita amankan di Polres. Bapak raja (Salhana Pelu) yang bantu menghadirkan setelah kita berkoordinasi,” tutur Sucahyo kepada wartawan, Rabu (12/4).

Dikatakan, masyarakat diharapkan bersabar dan memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian untuk menangani kasus tersebut. Dia berjanji kasus ini  akan tetap diproses hingga tuntas berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. ”Kita harapkan juga masyarakat kasih ruang ke kami. Karena permasalahan sudah kami tangani.

Kasih kami kesempatan untuk menyelesaikan sesuai dengan penindakan secara hukum yang berlaku,” tandasnya.
Dia memastikan, polisi akan kembali berkoordinasi lagi dengan Pemerintah Negeri Hitulama terkait penanganan kasus ini. ”Besok (hari ini) kita koordinasi lagi dengan pak raja. Jadi berikan saya kesempatan. Apa hasilnya akan kita sampaikan lagi kepada rekan-rekan (wartawan),” janjinya.

Kasat Reskrim AKP Teddy membenarkan bila pemasangan plang berdasarkan perintah Raja Hitulama. Dikatakan, pihaknya melakukan pertemuan dengan pemerintah negeri hingga diamankan salah seorang pelaku. ”Kalau keterangan bapak raja, disampaikan kalau memang beliau yang menyuruh untuk pemasangan plang itu. Beliau juga sempat sampaikan tidak terpikir bisa terjadi seperti itu (kejadian pidana). Itu penjelasan yang bapak raja kepada kita saat itu. Saat ini kita juga masih kembangkan penanganan kasus ini,” tutur Teddy.(ERM)