Jaksa Lidik Tambatan Perahu Pulau Kassa

by

Akan tetapi, dilapangan yang kerjakan adik kandung mantan Bupati SBB, Ambo Puttileihalat. Dimana tahun 2016 hingga masa berakhirnya adendum di Februari 2017 pekerjaan tersebut tidak berhasil diselesaikan. “Jadi, kedudukan kasusnya adalah proyek tersebut dikerjakan kontraktor, Ambo Puttileihalat dengan menggunakan PT Nesta selaku pemenang tender. Dan dalam pelaksanaanya proyek tersebut anggaranya telah dicairkan 100 persen tanpa penyelesaian pekerjaan,” jelas sumber.

Sementara itu, tokoh masyarakat Negeri Kaibobu, Enggel Riry kepada Ambon Ekspres via selulernya mendukung langkah kejaksaan untuk mengusut adanya aroma korupsi pada proyek pembangunan tambatan perahu di Pulau Kassa. “Artinya, kami sangat mendukung apabila ada tindakan dari pihak kejaksaan untuk mengusut proyek tersebut. Karena bagi kami, itu penting dan harus dituntaskan karena demikian keuntunganya hanya kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tandas Riry.

Dia mengaku, Pulau Kassa masuk dalam petuanan Negeri Kaibobu dan menjadi milik sah dari Negeri Kaibobu. Sementara pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut tidak ada koordinasi dengan pihak Pemerintah Negeri Kaibobu. “Kami mendukung sepenuhunya langkah kejaksaan untuk menuntaskan kasus tersebut. Karena pelaksnaan pekerjaan proyek tersebut hingga tidak pernah dilakukan koordinasi dengan pihak negeri selaku pihak yang memiliki kekuasaan penuh terhadap tempat wisata Pulau Kassa tersebut,” tegas Riry.(MG1)

2 of 2Next