Penyelundupan Cinnabar Digagalkan TNI – Ambon Ekspres
Metro Manise

Penyelundupan Cinnabar Digagalkan TNI

AMEKS ONLINE — Bisnis cinnabar sangat menjanjikan. Secara ekomis untungnya besar. Namun paraktek bisnis ini illegal. Sudah berulang kali polisi menyita cinnabar yang hendak dikirim keluar Maluku. Namun tidak ada efek jera bagi para pemburu cinnabar. Ini juga karena lemahnya penangan dan pengawasan oleh aparat penegak hukum .

Terbaru, sebanyak 4 ton bahan tambang galian itu kembali digagalkan penyeludupannya oleh anggota TNI. Saat itu bahan tambang itu hendak diseludupkan melalui Pelabuhan Yos Soedarso Ambon.

Penyelundupan cinnabar itu terbongkar Selasa (18/4) sekira 06.00 Wit. Cinnabar diangkut dengan dua truk bernomor polisi DE 8708 BU dan  L 9250 M. Total dari ini truk ini ada 4 ton cinnabar.

Informasi koran ini, pemilik cinnabar bernama Iksan (39), warga Sawai Kecamatan Seram Utara Kabupaten Naluku Tengah. Di Ambon, wirswastawan ini bermukim di Waihaong, Kecamatan Nusaniwe.

Iksan mendapat barang ini dari pengepul di Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten SBB. Pengepul bernama Abuhayer. Setelah taransaksi cinnabar, selanjutnya diangkut menggunakan motor laut masuk ke Ambon melalui Desa Asilulu, Kecamatan Leihitu Barat. ”Dia (Iksan) hanya menerima di Ambon dengan harga Rp 135 ribu per kilogram. Cinnabar ini akan dikirim ke Surabaya menggunakan kontainer. Setelah itu dibawa ke Jakarta untuk dijual,’’ jelas sumber koren ini, kemarin.

Sayangnya, barang illegal ini tidak berhasil dikirim ke luar Maluku. Sebab lebih dulu diamankan unit Intel Kodim 1504/Ambon. Barang-barang ini sempat diamankan kantor Koramil 02/ Sirimau sekira pukul 07.00 WIT.
Pihak TNI, kemudian melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Beberapa saat setelah mendapat informasi polisi langsung kembali mengabil alih. Proses penyelidikan ditangani langsung di Ditreskrimsus Polda Maluku. ”Kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian,” tandas sumber.

Kapolres Ambon AKBP Sucahyo Hadi membenarkan penangkapan itu. ”Tadi rekan kita dari TNI sudah berkoordinasi dengan saya soal itu. Karena tadi ada juga tim dari polda ke sana sehingga penangananya diambil alih polda. Jadi kasus ini tangani langsung di ditreskrimsus,” jelas Sucahyo.
(ERM)

Click to comment

Most Popular

To Top