Kemendag Pantau Harga Barang di Ambon – Ambon Ekspres
Ekonomi

Kemendag Pantau Harga Barang di Ambon

Pemantauan komoditas bahan pokok jelang hari-hari besar keagamaan yang dilakukan Kementerian Perdagangan RI bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, di gudang bulog Kota Ambon, Kamis (20/4)

AMEKS ONLINE.- Kementerian Perdagangan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, melakukan pemantauan harga barang di Kota Ambon. Pemantauan bertujuan menjaga ketersediaan stok pangan di pasaran dan menstabilkan harga berbagai komoditas pangan pokok.

Pemantauan dilakukan berdasarkan instruksi Menteri Perdagangan RI, untuk melakukan pemantauan di 34 provinsi. Pemantauan ini juga menindaklanjuti kebijakan pemerintah lewat kesepakatan dengan retail modern dan asosiasi, terkait tiga komoditi, yaitu minyak goreng, daging dan gula dengan harga eceran tertinggi (HET) masing-masing minyak goreng Rp 11.000 per liter, gula Rp12.500 per kilo serta daging Rp 80.000 per kilo.

“Hasil pantauan hari ini,  di retail modern, kebijakan itu sudah sesuai. Untuk saat ini pasokan minyak goreng belum ada masih dalam perjalanan suplai dari distributor. Semoga nantinya pasokan minyak goreng bisa penuhi permintaan di daerah ini,” kata Staf Ahli Menteri Perdagangan (Mendag) RI Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward kepada wartawan usai melakukan pemantauan di Kota Ambon, Rabu (19/4).

Edward berjanji, menjelang puasa, harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan. “Kita konsen dengan inflasi itu bisa ditekan. Melihat pengalaman hari raya Paskah, harga naik padahal animo belanja masyarakat cukup tinggi. Kami optimis dengan kesepakatan serta pemantauan yang dilakukan harga akan stabil dan pasokan barang tersedia,” janjinya.

Edward menambahkan, pemantauan juga akan dilakukan di lokasi pasar tradisional yang merupakan pasar sentral bagi masyarakat. Jika kedapatan harga tidak sesuai dengan HET maka akan dilakukan pengecekan ke distributor maupun pedagang. “Jika memang kedapatan harga tidak sesuai, maka kami akan lakukan pengecekan apakah ini masalah stok lama atau karena kurang pasokan,” tambahnya. (IWU)

Click to comment

Most Popular

To Top