Warga Terkapar Dampak Penyulingan Merkuri – Ambon Ekspres
Amboina

Warga Terkapar Dampak Penyulingan Merkuri

AMEKS ONLINE, AMBON— Bisnis ilegal cinnabar tak hanya diselundupkan keluar Maluku. Namun, bahan dasar air raksa ini juga sudah mulai di produksi secara ilegal di Ambon. Akibatnya, warga Ahuru Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon terkapar dampak penyulingan pengelohan bahan kimia berbahaya ini.
Pantauan dilokasi pengolahan, ditempat pembakaran cinnabar menggunkan api arang. Dilokasi kejadian, sangat terasa dampaknya walapun tidak terjadi pembakaran. Warga yang bermukim dikawasan tersebut mengaku saat pembakaran dilakukan warga menghirup asap merasa pusing.

Disitulah mulai ada kecurigaan sehingga menyampaikan kepada pihak aparat keamanan. ”Jadi, kemarin (Kamis) itu yang tinggal di dekat situ ada yang hirup asap pembakaran langsung pusing-pusing. Karena tidak biasanya begitu makanya langsung dilaporkan di Babinsa,” tandas salah satu warga Ahuru, Jumat (21/4).
Sementara Kace Supusepa, pemilik lahan yang dibuat tungku pembakaran tepat dibelakang rumah miliknya yang tidak dihuni itu mengaku, tidak tahu kalau yang dibakar bahan berbahaya. ”Yang kasih izin ipar saya. Katanya teman dia pakai dibelakang rumah untuk tempat masak. Katanya hanya sementara, masak apa itu saya tidak tahu. Padahal yang dibikin ini mau membunuh masyarakat disini. Kemarin ada yang hirup asap langsung pusing,” tambahnya.

Dengan adanya penemuan lokasi penyulingan pengolahan bahan kimia merkuri dan air raksa yang berlokasi di Dusun Ahuru Desa Batu Merah RT 003/ RW 16 Kecamatan Sirimau Kota Ambon yang digerebek intel Polres Ambon dan Denintel Kodam XVI Pattimura pada Kamis (20/04), mendapat perhatian serius TNI/Polri dan Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan RI (KLHK).
Pangdam Mayjen TNI Doni Monardo langsung melakukan tinjauan ke lokasi beserta jajarannya. Turut hadir Yosef Nong, Kasi II Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Dirjen Balai Pengaman dan Penegakan Hukum Wilayah Maluku dan Papua Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK).

Prev1 of 4

Most Popular

To Top