Isra Mi’raj Momentum Puncak Mukjizat Kenabian – Ambon Ekspres
Amboina

Isra Mi’raj Momentum Puncak Mukjizat Kenabian

Ustad Arsal Risal Bin Abdurahim Tuasikal

AMEKS ONLINE-Peringatan Isra dan Mi’raj, selalu menjadi sebuah peristiwa bersejarah dalam kehidupan umat Islam. Dimana Isra Mi’raj merupakan perjalan suci yang dilakukan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassallam (SAW). Karena dari perjalanan suci inilah, umat Muslim mendapat perintah untuk menunaikan shalat 5 waktu sehari semalam.

Komisi Dakwah MUI Maluku, Ustad Arsal Risal Bin Abdurahim Tuasikal mengatakan, Isra Mi’raj merupakan sebuah perjalanan spiritual tersuci dan teragung dalam seluruh risalah perjalanan kenabian.

Mulai dari Nabi Adam Alaihi Salam (AS) hingga Nabi Isa AS. Maka hanya pada saat Nabi Muhammad SAW sajalah, perjalanan istimewa ini dilaksanakan. “Tentu memandang Isra Mi’raj dengan akal tanpa iman, akan menjadikan manusia tak mampu menangkap hikmah yang tersembunyi dibalik peristiwa maha dahsyat ini.

Mengapa harus dengan iman sebagai landasan utama. Karena keyakinan mendasar manusia sebagai makhluk, bahwa bagi Allah SWT tak ada sesuatu hal yang mustahil. Bagi Allah rabbul alamin semua hal mudah, “kun fayakun” yang artinya Jadi Maka Jadilah,” tandas Tuasikal kepada Ambon Ekspres, ketika dikonfirmasi, Senin (24/4).

Menurutnya, perjalan Isra Mi’raj adalah sebuah perjalanan melewati dimensi waktu serta melewati basic logika manusia. Karena dari perjalanan inilah menghadirkan sejumlah hal yang menjadi pelajaran penting bagi seluruh umat Islam di dunia. Yang menampilkan surga dan neraka sebagai bagian dari takdir yang akan dijalani manusia dalam konsekuensi kehidupan. Dimana dari kebaikan akan menghasilkan surga, sementara kejahatan akan berujung pada neraka. “Lebih utama, adalah oleh-oleh yang dihasilkan dari perjalanan ini yakni perintah ibadah shalat.

Sebuah kewajiban ibadah utama bagi umat Islam. Shalat yang 5 kali sehari adalah puncak segala ibadah dalam Islam. Apabila shalatnya seorang muslim dianggap baik, maka baiklah seluruh amalannya. Namun apabila buruk maka buruklah semua amalan yang ada,” kisahnya.

Ketua Badan Imarah Muslim (BIM) Maluku ini menilai, shalat merupakan tiang agama. Dimana shalat berkualitas adalah mekanisme kontrol yang utama bagi seorang Muslim. Untuk mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, serta mencegah mendzolimi diri sendiri maupun orang lain. “Menegakkan shalat adalah hal utama dalam Islam. Karena shalat adalah bentuk ketaatan, ketundukan serta kepasrahan kepada Allah dalam konteks hablum minan naas (hubungan kepada Allah SWT). Shalat juga bentuk disiplin. Dengan menjaga hubungan antar muslim, merapatkan barisan dalam shaf adalah sebuah persatuan dan ukhuwah umat yang terbangun,” terangnya.

Menurutnya, jika seluruh umat Islam dapat melaksanakan shalat subuh seramai shalat Jumat, maka Islam akan jaya dan bangkit. “Simaklah panggilan shalat “hayya ala shalah” marilah kita shalat, “hayya alal falah” marilah menuju kemenangan. Semoga Isra Mi’raj dapat menjadi momentum terbaik untuk kebangkitan umat terutama dengan berislam secara kaffah dengan menegakkan shalat,” tandasnya.
(ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!