13 Saksi Proyek Transit Passo Diperiksa Jaksa – Ambon Ekspres
Politik

13 Saksi Proyek Transit Passo Diperiksa Jaksa

KETGAM : Bangunan terminal Transit Passo yang hingga kini belum tuntas. Sudah puluhan miliar digelontorkan untuk pekerjaan proyek ini.

AMEKS ONLINE, – Tim penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku intens memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan korupsi proyek Terminal Transit Passo. Selasa (25/4) kemarin, sebanyak 13 orang saksi dipanggil jaksa. Mereka semua merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Ambon.

Diantara ke 13 orang yang diperiksa, terdapat mantan Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Ambon Jhon S dan PPTK Pembangunan Transit Passo, Kornelis Patiwalapia. Para saksi ini menghadiri panggilan jaksa penyelidik pukul 09.00 WIT di Kantor Kejati Maluku.

Mereka dimintai keterangan seputar kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan Terminal Transit di Desa Passo, Kecamatan Baguala Kota Ambon. Proyek multiyears ini mulai dikerjakan sejak tahun 2007.

Para saksi dimintai keterangan secara terpisah di ruang pemeriksa I, II dan ruang koordinator Kejati Maluku. Mereka dimintai keterangan hingga berakhir pada pukul 15.30 WIT.

Pantauan koran ini, usai permintaan keterangan oleh jaksa penyelidik, terlihat para pihak yang dimintai keterangan oleh jaksa keluar secara terburu-buru. Mereka terkesan menghindar dari dari pantauan awak media.

Jhon dan Cornelis yang sempat diwawancarai secara bersama mengaku memberikan keterangan kepada jaksa terkait kasus dugaaan korupsi dana pembangunan Transit Passo yang diduga telah menghabiskan dana sebesar Rp 40 miliar lebih. “Kami hanya memberikan keterangan terkait pembangunan Transit Passo kepada pak jaksa. Dan ini masih dalam tahap penyelidikan. Selanjutnya tanyakan saja kepada pihak kejaksaan,” jelas Jhon dan Pattiwalapia secarah bersama-sama kepada wartawan.

Menyinggung soal, mangkraknya pembangunan Transit Passo yang total dana keseluruhganya mencakup Rp 90 miliar itu, keduanya enggan berkomentar banyak. Namun mereka mengatakan, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Ambon, Pieter Saimima lebih mengetahuinya. “Kalau soal itu, kami pikir nantinya semua kadis baik aktif maupun mantan akan diperiksa. Nanti mereka yang sampaikan lebih bagus, karena mereka lebih mengetahui,” sebut Pattiwalapia sambil diakui oleh Jhon.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan mengakui, adanya permintaana keterangan terhadap ke 13 orang ASN Pemkot Ambon itu. Dikatakan, mereka dimintai keterangan seputar kasus dugaan koruspi dana proyek pembangunan Transit Passo. “Hari ini (kemarin) ada 13 orang dimintai keterangan terkait kasus Transit Passo. Mereka merupakan PNS pada Dishub Kota Ambon. Dan karena sifatnya masih penyelidikan, kami belum bisah menyampaikan secarah luas kepada masyarakat terkait materi kasusnya,” jelas Samy.

Dia menyebutkan, tim penyelidik akan terus intens melakukan pengusutan terhadap kasus tersebut. Tujuanya adalah untuk mencari ada ataukah tidak perbuatan melawan hukum atas kasus tersebut. “Sifatnya masih penyelidikan dan tujuannya untuk mencari dan menentukan ada atau tidaknya perbuatan melawan hukum atas kasus tersebut,” terang Samy.

Sekedar ingat, Terminal Transit mulai dibangun pada masa pemerintahan Jopi Papilaja sebagai Walikota Ambon bersama wakilnya Olivia Latuconsina. Ini sebagai bagian dari upaya menjadikan Desa Passo sebagai kota orde kedua. Pemerintah bersemangat dengan menggelontorkan anggaran puluhan miliar rupiah pada beberapa tahun anggaran.

Terminal yang dibangun diatas lahan sekitar 5 hektar itu, antara lain untuk mengalihkan semua Angkutan Kendaraan Dalam Provinsi (AKDP) ke sana, guna mengurangi tingkat kemacetan di pusat Kota Ambon. Proyek direncanakan tuntas pada tahun 2010 lalu, namun molor hingga saat ini. (MG1)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!