Tiga Korban Ledakan Kapal Meninggal – Ambon Ekspres
Amboina

Tiga Korban Ledakan Kapal Meninggal

RAWAT : Hendra (26), salah satu korban luka akibat ledakan di kapal tanker Layar Samudra yang masih menjalani perawatan di RSUD dr Melkianus Haulussy Ambon

AMEKS ONLINE,—Setelah kritis di RSUD dr. M. Haulussy Ambon, tiga dari tujuh korban ledakan hebat di atas kapal tanker MV Layar Samudra, Jumat (21/4) akhirnya meninggal dunia. Selain itu, satu korban yang terjun ke laut untuk menyelamatkan diri masih belum ditemukan.

Ketiga korban luka itu akhirnya meninggal sehari setelah mendapat perawatan medis di RSUD dr M Haulussy. Mereka masing-masing nahkoda kapal Beni Sarbini (45), beralamat di Jakarta, meninggal sekitar pukul 01.00 WIT. Kemudian Yayat Hidayat (35) ABK bagian mesin, warga Sunda Jawa Barat, meninggal dunia pukul 07.00 WIT serta kepala kamar mesin, Rahmat Rasyid (53) warga Makassar yang menghembus nafas terakhir sekitar pukul 22.00 WIT.

Insiden ini menyebakan ketiga korban ini mengalami luka bakar cukup serius. Naas, nyawa mereka tidak tertolong. Sehari berada di kamar jenazah RSUD, akhirnya jenazah korban dipulangkan oleh pihak perusahaan PT Bumi Tanker kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, Minggu (23/4). ”Jenazah sudah dibawa pulang tadi pagi jam 05.00 WIT dengan pesawat,” tandas salah satu petugas RSUD, Minggu (23/4) siang.

Sedangkan korban yang terjun ke laut diketahui atas nama Johan Evert Bessy. Sampai saat ini korban belum juga ditemukan. ”Belum ditemukan. Saat kejadian kita juga sudah lakukan pencarian sampai beberapa hari terakhir ini baik dilokasi kapal berlabuh dan sekitaran perairan Teluk Ambon. Namun korban belum juga ditemukan,” ujar Kasubditgakum Ditpolair Polda Maluku AKBP Norman kepada Ambon Ekspres via selulernya, Minggu (23/4).

Menyoal penyebab ledakan, dia belum bisa memastikan. Pasalnya, sejauh ini belum dilakukan pemeriksaan terhadap korban yang sementara masih mendapat perawatan intensif. ”Penyebab ledakan belum kita ketahui karena masih sibuk dengan pemulangan jenazah. Dan korban lain juga masih dirawat juga. Jadi belum bisa kita ambil keterangan,” jelas Norman.

Selain itu, terkait penyelidikan di dalam kapal, Norman memastikan juga belum dilakukan. Karena kondisi di dalam kapal belum memungkinkan. Masih beresiko akibat ledakan tersebut. ”Olah TKP belum bisa kita lakukan karena kapalnya belum bisa dinaiki. Masih panas. Nanti kalau sudah memungkinkan kita dari ditpolair bersama penanggungjawab naik ke kapal mau lihat. Kemarin (Sabtu) juga kita ke sana masih belum memungkinkan. Belum bisa untuk kita naiki,” tandas dia.

Saat ini, korban yang masih mendapat perawatan medis diantaranya Hendra (26) ABK bagian OS, warga Palopo, Provinsi Selatan. Dia mengalami luka dibagian kepala. Korban dirawat di ruang Cendrawasih  RSUD dengan kondisi membaik.

Ibrahim (29) mualim I, warga Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Dia mengalami luka bakar pada sekujur tubuhnya. Dia dirawat di RSUD dengan kondisi masih kristis.

Yusuf Ruben (26) ABK bagian Teknisi Mesines empat, warga Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, mengalami luka bakar ringan pada bagian tangan kiri. Korban dirawat di Ruang Cendrawasih RSUD dengan kondisi membaik.

Muhammad Darwis (32) ABK bagian Secon Opision II, warga Makassar Provinsi Sulawesi Selatan megalami luka robek pada bagian kepala, korban dirawat di ruang Cendrawasih RSUD dengan kondisi membaik.

Terpisah, Humas Pertamina Maluku dan Papua, Taufik mengatakan, kecelakaan ledakan dan kebakaran kapal MT Layar Samudera milik PT Bumi Tanker di Teluk Ambon pada hari Jumat (21/4) sekitar pukul 17.00 WIT. Saat itu kapal berstatus off-shire (di luar kendali Pertamina) dengan awak kapal berjumlah 22 orang. Yang mana dalam kejadian tersebut 14 orang selamat, 4 orang luka bakar,  3 orang meninggal dunia dan 1 orang hilang masih dalam proses pencarian korban. ”Kapal BBM bermuatan Premium dan Pertamax diluar kendali Pertamina. Kapal ini dengan tujuan dari TBBM Wayame ke TBBM Biak dan Jayapura,” tandasnya.

Pasca kejadian, kata dia, juga tidak akan berpengaruh kepada operasional  Depot TBBM Wayame dan pendistribusian BBM di Kota Ambon dan sekitarnya. ‘’Semua operasional tetap berjalan dengan aman dan lancar,” tandas Taufik.

Sebelumnya, kapal tanker Layar Samudra yang sedang berlabuh di Perairan Teluk Ambon mengalami kecelakaan, Jumat (21/4). Kapal bermuatan 2000 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Premium sebanyak 2.000 ton.  Ledakan terjadi dibagian mesin dan menyebabkan sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) terluka. Bahkan sejumlah ABK kapal terpaksa terjun ke laut.(ERM)

Most Popular

To Top