Ulat Jenis Ini Dapat Mengurai Limbah Plastik. Serius? – Ambon Ekspres
Kesehatan

Ulat Jenis Ini Dapat Mengurai Limbah Plastik. Serius?

AMEKS ONLINE, TREND – Setiap tahun, masyarakat di seluruh dunia menggunakan satu triliun kantong pastik.

Semua kantong plastik yang telah terpakai, pasti akan berujung tergeletak di tempat sampah.

Ironisnya, sebuah kantong plastik membutuhkan 10 hingga 12 tahun untuk terurai.

Jadi bisa dibayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurai seluruh kantong plastik yang digunakan.

Namun, jangan khawatir. Baru-baru ini, ilmuwan di Spanyol telah menemukan salah satu solusi pengurai plastik, yaitu ulat lilin.

Dilansir dari Daily Mail, kala itu para ilmuwan yang tergabung dari Institute of Biomedicine and Biotechnology of Cantabria, melakukan penelitian secara tidak sengaja.

Hal ini lantaran mereka menemukan lubang-lubang di kantong plastik yang berisi ulat lilin.

Tak hanya itu, setelah ditimbang, berat katong plastik yang dikonsumsi ulat lilin berkurang.

Plastik yang dikonsumsi ulat lilin akan mengurainya menjadi etilen glikol.

“Kami menemukan, larva bernama Galleria mellonella (ngengat lebah madu), mampu mengurai salah satu zat plastik tersulit untuk diuraikan, paling elastis, dan paling banyak digunakan: polietilen,” ujar kepala penelitian, Federica Bertocchini.

Menurut hasil penelitian ini yang dipubilkasikan di Current Biology, ulat jenis ini secara alami menetas, tumbuh, serta memakan sarang lebah yang terdiri dari beragam campuran senyawa lipida.

Kemungkinan, kemampuan ulat lilin untuk dapat mencerna polietilen mengingat zat plastik itu dan sarang lebah memiliki ikatan kimia sejenis.

“Sarang lebah merupakan ‘plastik alami’, serta memiliki struktur kimia yang tidak berbeda dengan polietilen,” tambahnya.

Dengan ditemukannya hal ini, mereka akan terus melakukan riset lebih lanjut.

Sebab menurut mereka, ulat lilin dapat dijadikan solusi untuk mengelola limbah polietilen.

“Kami berencana untuk menerapkan temuan ini menjadi cara yang layak untuk menyingkirkan limbah plastik sebagai solusi untuk menyelamatkan laut, sungai dan lingkungan dari konsekuensi yang disebabkan penggunaan plastik secara masif,” tandasnya.

“Namun, kita tetap tidak dibenarkan untuk membuang plastik secara sembarangan hanya karena telah ditemukan solusi penguraiannya,” pungkasnya. (riz/fajar/ae)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!