Kesenjangan Pembangunan Kei Besar-Kei Kecil Berkurang – Ambon Ekspres
Membangun Bersama Rakyat

Kesenjangan Pembangunan Kei Besar-Kei Kecil Berkurang

AMEKS ONLINE,-Para kepala pemerintah ohoi, menilai  pasca kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun dan Yunus Seran selama  8 tahun terakhir, kesenjangan pembangunan yang kerap terjadi antara Pulau Kei Besar dan Pulau Kei Kecil mulai berkurang. Hal ini diungkapkan Kepala Ohoi Letman, Aziz Renfaan kepada Ambon Ekspres, belum lama ini.

Dia menandaskan, kepemimpinan  2  periode  pasangan Rentanubun-Serang, sangat membantu masyarakat di Pulau Kei Besar  dan Kei Kecil. “Kepemimpinan pak Andre dan pak Yunus, sangat membantu sekali. Pembangunan antara Kei Besar dan Kei Kecil merata, tidak ada lagi kesenjangan pembangunan sehingga pembangunan terbuka bagi semua,” tandasnya.

Pujian ini, kata dia, sangat realistis karena dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kecil namun komitmen untuk membangun kabupaten Malra sangat besar sehingga seluruh upaya dilakukan dibawah kepemimpinan Rentanubun-Serang. “Kita lihat saja PAD Kabupaten Maluku Tenggara yang kecil, tapi komitmen pak Andre untuk membangun, dengan berbagai tuntutan pembangunan bisa dijawab dengan berbagai keterbatasan,” pujinya.

Sementara itu Rat Raschap Loor Lobay ( Raja Werka), Johan Piter Renurth menegaskan, dirinya  merasa kehadiran  sosok  Rentanubun dan Yunus, merupakan utusan dari Tuhan dan leluhur untuk membangun  daerah tersebut.  “Mereka berdua, utusan Tuhan dan leluhur, mereka membangun dengan hati. Kei (Maluku Tenggara) tidak lagi terjajah, tidak lagi tertinggal.  Lihat saja pembangunan di Kei Besar sangat berkembang, ini kenyataan,” kata Piter dengan nada tegas.

Menurut dia,  sejak dahulu, akses transportasi jalan raya belum dapat dinikmati, tapi dibawah kepemimpinan Rentanubun-Serang, dirinya yang akan segera mengakhiri masa jabatan merasakan  pembangunan tersebut. “Sejak dari moyang saya, datang ke ayah saya, tidak pernah merasakan jalan raya, tapi ketika saya saat ini bisa merasakan jalan raya dan mobil masuk ohoi. Kami juga merasakan akses telekomunikasi,” tuturnya.

Dia juga melihat akses transportasi udara, dulunya sulit masyarakat menggunakan jasa penerbangan udara tersebut. Tapi dalam 5 tahun terakhir, masyarakat berpergian dari Maluku Tenggara ke luar daerah dengan begitu mudah. “Kita juga merasakan akses  penerbangan udara. Kita bisa berpergian tiap hari, bahkan tanpa rasa khawatir.  Bandara Karel Sadsuitubun dan jumlah penerbangan sangat membantu masyarakat, inilah kelebihan pak Andre,” tutupnya. (SAT/M1)

Most Popular

To Top