Proses Jaksa “Nakal” di Kejagung – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Proses Jaksa “Nakal” di Kejagung

AMEKS ONLINE– Upaya untuk menindak dugaan oknoum jaksa bermaslaah dilingkup Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku oleh Tim Bidang Intel dari kejaksaan Agung (Kejagung) RI beberapa hari lalu mendapat perhatian serius dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Manumpak Pane. Menurut dia, pihaknya dengan jajaran Kejati Maluku tetap mendukung langkah dari tim kejagung dalam melaksanakan supervisi atas laporan pengaduang terhadap dugaan oknum jaksa bermasalah dilingkup Kejati Maluku.

“Soal kunjungan dari tim Kejagung kemarin itu berkaitan dengan supervisi laporan pengaduan atau disingkat Lapdu yang disangkakan terhadap dugaan oknum jaksa. Dan itu dilakukan secarah umum,” jelas Pane saat ditemui Ambon Ekspres di kantor Kejati Maluku, Kamis (27/4).

Dia mengatakan, supervisi yang dilakukan Kejagung merupakan bagian dari kewenangan mereka. Hasilnya akan menjadi kajian mereka dalam mengumpukan data-data terkait indikasi berdasarkan laporan pengaduan yang disampaikan ke Kejagung RI oleh pihak pelapor. “Itu kewenanganya ada pada Kejagung. Dan soal tindakannya, Kejagung akan melakukan kajian berdasarkan data dan akan diambil kesimpulan dan itu ranahnya Kejagung. Akan tetapi, kami sangat respons terhadap proses ini dan akan terus melakukan perubahan berdasarkan saran dan masukan yang diberikan,” tandas Pane.

Menyinggung soal, kunjungan tim Kejagung itu sifatnya melakukan pemeriksaan secara khusus terhadap Kasidik Kejati Maluku, Ledrik Takandengan (LT), Pane mengakuinya. Akan tetapi dia mengatakan supervisi itu dilakukan secara umum. “Iya, yang jelas semuanya. Dan supervisi itu dilakukan secara umum. Dan kita tidak masuk disitu itu kewengan dari Kejagung,” tandas Pane.

Terpisah, Morits Latumeten kepada Ambon Ekspres beberapa hari lalu, memberikan apresiai terhadap kerja dari tim Kejagung yang telah melakukan supervisi terhadap laporan pengaduan dugaan oknum jaksa bermasalah dilingkup Kejati Maluku. “Artinya, patut kami berikan apresiasi kepada tim Kejagung. Selain itu, soal kaitan dengan tantangan pak Kajati Maluku untuk kami menyerahkan data berkaitan dengan dugaan jaksa berinisial LT menerima suap Rp 5,4 miliar dari pemilik lahan itu tidak perlu lagi untuk diberikan karena sudah langsung kami serahkan ke Kejagung,” singkat Morits.

Diketahui, Selasa (25/4), tim dari Kejagung RI mendatangi kantor Kejati Maluku. Kedatangan tim berjumlah dua orang ini diduga bertujuan untuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum jaksa dilingkup Kejati Maluku terkait dengan berbagai macam pengaduan yang diterima.

Sumber koran ini dilingkup Kejati Maluku menyebutkan, kedatangan tim dari Bidang Intel Kejagung ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan secarah khusus terhadap oknum jaksa dilingkup Kejati Maluku. “Kedatangan dari tim kejagung ke Kejati Maluku indikasinya untuk melakukan pemeriksaan secara khusus terhadap salah satu oknum jaksa dilingkup Kejati Maluku terkait kemungkinan adanya laporan pengaduan,’’ kata sumber koran ini yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Terkait itu, Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfimasi koran ini membenarkan hal itu. Menurut dia, kehadiran tim itu berkaitan dengan supervisi laporan pengaduan. “Ya, ada kehadiran tim dari Kejagung yang berjumlah dua orang. Tujuan mereka untuk melakukan supervisi terhadap laporan pengadungan. Itu saja,” jelas Samy yang enggan merincikan soal materi pemeriksaan.

Sekedar ingat, beberapa kasus yang diduga menyeret oknum jaksa dilingkup Kejati Maluku sudah beberapa kali diadukan ke Kejagung RI. Diantaranya, indikasi dua oknum jaksa dilingkup Kejari Ambon Cabang Banda yang dilaporkan penasehat hukum terdakwa kasus anggaran pembangunan Runwey Bandara Banda.

Selain itu, ada juga dugaan suap senilai Rp 5,4 miliar oleh Costarito Tee selaku pemilik lahan dan gedung untuk pembukaan kantor cabang PT Bank Maluku dan Malut di Surabaya. Laporan ini disampaikan Morits Latumeten selaku penasehat hukum terdakwa, Hentje Abraham Toisuta dalam perkara korupsi dan TPPU pengadaan atau pembelian lahan dan gedung kantor cabang PT Bank Maluku dan Malut di Surabaya.(MG1)

Most Popular

To Top