Pengolahan Cinnabar Mengancam Warga – Ambon Ekspres
Hukum&Kriminal

Pengolahan Cinnabar Mengancam Warga

Aparat kepolisian dari Polsek Sirimau menggerebek salah satu gudang di Kebun Cengkih yang berisi batuan cinnabar dan alat penyuling.

AMEKS ONLINE.–Rencana bos UD Amin, H Nurdin Fatah untuk memproduksi cinnabar yang juga bahan tambang galian C yang mengadung merkuri di Kebun Cengkih, Desa Batumerah harus disikapi. Karena potensi pencemaran lingkungan sangat besar dan dapat berakibat fatal terhadap kesehatan masyarakat. Apalagi produksi dilakukan di tengah pemukiman warga.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, penggunaan zat berbahaya merkuri ini semakin marak seiring makin banyaknya aktivitas pertambangan berskala kecil di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Maluku. Misalnya, pertambangan emas di Gunung Botak, Pulau Buru. Proses penambangan pun menggunakan merkuri (air raksa) untuk mengekstarak emas. Pasokan bahan kimia berbahaya ini berasal dari luar dan dibeli dengan harga yang cukup fantastis.

Begitu, segelintir orang mulai berbisnis cinnabar secara ileggal. Namun, untuk meraup untung yang besar, mulai diproduksi secara illegal di Ambon, tanpa memikirkan dampak terhadap masyarakat.
Kamis (27/4) sekira pukul 14.25 WIT, aparat kepolisian dari Polsek Sirimau menggerebek gudang UD Amin di kawasan Kebun Cengkih. Didalam gudang, polisi mendapati ratusan karung batu cinnabar dan juga mesin penyulingan.

Prev1 of 3

Most Popular

To Top