Demi Rp 2 Juta, Janda Nekat Lakukan Ini – Ambon Ekspres
Kriminal

Demi Rp 2 Juta, Janda Nekat Lakukan Ini

Janda Dibekuk

AMEKS ONLINE, BENGKULU – Demi uang sebesar Rp2 juta yang dijanjikan seseorang, Li (40), seorang janda beranak tiga rela berbuat nekat sebagai pengedar narkoba berbagai jenis.

Akibat perbuatannya, kini Li diringkus aparat Satres Narkoba Polres Bengkulu.

Li warga Kelurahan Koto Jaya Kecamatan Kota Mukomuko, Bengkulu.

Di tangannya polisi mendapatkan barang bukti 19paket sabu-sabu senilai Rp 57 juta.

Menurut pengakuan janda beranak tiga ini, barang haram berupa sabu dan juga 3 butir pil ineks tersebut diperolehnya dari Padang, Sumatera Barat.

Sabu dan ineks itu diakui Li, diterimanya Sabtu (22/4) malam melalui jasa mobil travel dari Padang.

Tersangka mengaku dijanjikan mendapat upah Rp 2 juta bila seluruh paket sabu yang ia terima habis terjual.

“Kita masih menyelidiki keberadaan travelnya. Terus melakukan pengembangan siapa yang sebenarnya pemilik sabu senilai lebih dari Rp 57 juta itu,” terang Kasatres Narkoba Polres Bengkulu AKP Hapson.

Ditambahkannya, Li hanya ditetapkan sebagai tersangka dengan status pengedar.

Alasannya, saat dilakukan tes urine ternyata hasilnya negatif. “Penangkapan tersangka Li ini dipimpin langsung pak Kapolres,” sambung Hapson.

Sementara itu, bisnis haram yang dijalankan Li ini cukup berani.

Bagaimana tidak, sabu yang dijualnya itu diletakkan di kawasan bundaran Mukomuko yang cukup ramai berkumpulnya remaja dan pemuda setiap malam.

Modusnya, dia meletakkan 4 paket sabu di bawah tong sampah sekolah dasar (SD) di sekitar bundaran, serta di tiang listrik juga di kawasan yang sama.

“Empat paket diletakkannya di sana, dan pas kita cek sudah tidak ada lagi. Untuk tersangka, kita tangkap saat sedang membawa tiga paket sabu senilai Rp 9 juta,” sambung Hapson.

Dia menambahkan, pengintaian yang dilakukan terhadap tersangka dilakukan selama 3 hari.

Bahkan polisi pun harus menyamar sebagai pembeli untuk mengungkap bisnis haram Li tersebut.

“Tersangka ini hanya dapat perintah meletakkan barang itu di satu tempat. Setelah itu pengakuannya tidak tahu menahu lagi. Tapi kami tidak akan mudah percaya begitu saja. Memang kita akui, tampaknya mereka ini lebih pintar dari petugas,” kata Hapson.

Akibat perbuatannya itu, Li terancam lama hidup di penjara. Dia  dijerat dengan Pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat juncto pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun.

“Tersangka sebagai pengedar. Makanya dijerat pasal itu. Sekarang kami masih mendalami,” demikian Hapson.

Most Popular

To Top