Oknum TNI AL Diduga Lakukan Pemerasan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Oknum TNI AL Diduga Lakukan Pemerasan

AMEKS ONLINE,-Seorang oknum TNI AL berpangkat kapten diduga melakukan tindakan pemerasan terhadap salah satu nahkoda kapal, Rabu (3/5). Korban lewat kuasa hukumnya mengancam akan melaporkan kasus ini hingga ke Presiden. Korban diketahui bernama Jumando La Ananila, nahkoda LCT Guna Jaya.

Rosa Jean Alfaris SH, kuasa hukum Jumando kepada Ambon Ekspres via selulernya mengungkapkan, peristiwa ini bermula ketika LTC Guna Jaya yang dinakhodai korban masih bersandar di Pelabuhan Kate-Kate Kota Ambon. Saat itu datang oknum TNI AL berinisial Kapten W bersama anak buahnya dan menyita dokumen kapal. Alasannya, dokumen kapal tersebut telah habis masa berlakunya.

Selain itu, lanjut Alfaris, salah satu anggota TNI AL yang juga adalah anak buah W mengancam Jumando jika bertindak macam-macam. W juga meminta uang sebesar Rp 15 juta jika ingin kapal LCT Guna Jaya mau berlayar.
Akhirnya pihak perusahaan LCT Guna Jaya bersepakat memberikan uang sebesar Rp 10 juta kepada W. Dan uang tersebut kemudian diserahkan pihak perusahaan di lobby Hotel Pasific. “Saat itu korban datang bersama dengan istrinya ke Hotel Pasific guna menemui W dan salah satu anak buahnya yang sudah menunggu di lobby hotel. Saat itu korban lantas menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta kepada W dan anak buahnya,” jelas Alfaris.

Namun, lanjut Alfaris, rupanya W diduga tidak puas. Dia kembali meminta uang sebesar Rp 10 juta dari korban. Korban yang gerah dengan sikap oknum TNI AL ini lantas menyetujui akan memberikan uang tambahan sebesar Rp 10 juta kepada Wahyu. “Saat itu Kapten W lantas mengarahkan korban untuk menemui dirinya bersama salah satu anak buahnya di lobby Hotel Pasific. Setibanya korban Jumando di lobby hotel, memang benar disana telah menunggu Kapten W bersama salah satu anak buahnya. Saat itu juga korban memberikan uang sebesar Rp 10 juta kepada kapten W. Dan saat itu juga korban meminta wartawan yang kebetulan berada di lokasi kejadian untuk mengambil gambar Kapten W yang diduga telah memeras korban,” ujar Alfaris.

Kaget aksinya ketahuan wartawan, Kapten W dan anak buahnya mencoba melarikan diri dari lobby hotel. Uang yang sudah dipegang sempat dibuang. Namun keduanya ditahan korban. Salah satu anak buah Kapten W yang ada bersamanya kemudian merampas kamera milik wartawan yang berisi foto kapten W saat menerima uang tersebut. ‘’Kapten W dan anak buahnya juga memukul korban dan istrinya. Korban langsung tersungkur di halaman hotel akibat dipukul anak buah Kapten W. Kasus ini akan kami laporkan ke Panglima TNI dan Presiden. Karena apa yang dilakukan Kapten W termasuk pungli,“ tandas Alfaris. (MG1)

Most Popular

To Top